Tampilkan postingan dengan label Dakwah Nabi Muhammad SAW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah Nabi Muhammad SAW. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 November 2016
Senin, 23 April 2012
Perjuangan Nabi Muhammad saw dan Para Sahabat di Madinah
Sejak hijrah ke Madinah,Nabi Muhammad saw dan Para sahabat selalu berdakwah kepada penduduk. tanpa mengenal lelah dan putus asa. Mereka terus berusaha menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh penduduk termasuk orang-orang Yahudi,Nasrani dan Kaum Pagan. Mayoritas penduduk Madinah , terutama suku Aus dan suku Khazraj , menyambut baik ajakan Nabi Muhammad saw, menyatakan kesetiannya kepada Nabi Muhammad saw dan bersedia membantu beliau menyebarkan ajaran Islam. Padahal sebelum menerima ajaran Islam,kedua suku ini selalu berperang. Hal ini menambah semangat Nabi Muhammad saw dalam berdakwah.
Sementara , orang-orang Yahudi merasa tidak senang kepada Nabi Muhammad saw dan para sahabat mereka. Mereka merasa tersingkir sejak kehadiran suku Aus dan Khazraj untuk kembali ke Agama lama mereka. Bahkan mereka mulai menyusun kekuatan untuk melemahkan umat Islam.
Dalam perjalanan dakwahnya , Nabi Muhammad saw banyak menemui rintangan. Rintangan itu muncul sebagai akibat adanya masyarakat Madinah yang tidak dapat menerima kepemimpinan Nabi Muhammad saw.
Dibawah pimpinan Abdullah bin Ubay bin Salul, mereka menjalin hubungan rahasia dengan kaum kafir Qurasiy di Mekkah. Mereka selalu melaporkan perkembangan umat Islam di Madinah dengan Maksud menekankan kekuasaan Nabi Muhammad saw. Hal ini merupakan awal terjadinya peperangan dengan kaum kafir quraisy. Peperangan yang kemudian terjadi adalah Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandak.
Terjadinya Perang Badar dipicu oleh rasa iri orang-orang kafir Quraisy terhadap keberhasilan Nabi Muhammad saw, menguasai dan mempersatukan masyarakat Madinah. Peperangan ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke -2 H atau 8 Januari 623 M disalah satu sumber mata air yaitu Badar.
![]() |
| Ilustrasi Perang Badar |
Dalam Perang Badar kaum muslimin hanya berjumlah 313 orang yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw, sedangkan pasukan kafir Quraisy berjumlah 1.000 orang yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Sebelum perang dimulai , terjadi perang tanding antara kedua belah pihak. Pihak umat Islam diwakili Ubaidah bin Harits,Hamzah bin Abdul Muttalib dan Ali bin Abi Thalib. Pasukan Quraisy diwakili Syaibah bin Rabi'ah dan Utbah bin Rabi'ah dan Walid bin Utbah. Dalam perang ini pasukan kaum muslimin mengalami kemenangan dengan gemilang. Abu Jahal terbunuh dan 14 muslimin gugur sebagai syahid.
![]() |
| Bukit Uhud |
![]() |
| Peta Pertempuran Uhud |
Setelah mengalami kekalahan dalam perang Badar , Abu Sufyan menyiapkan pasukan dengan persenjataan lengkap. Bahkan mengundang pasukan Badui untuk bergabung. Terbentuklah pasukan kafir Quraisy dengan rincian 3.000 pasukan tempur yang didalamnya terdapat 700 pasukan bertameng dan 200 pasukan berkuda. Pada tahun 3 H, dibawah komando Abu Sufyan,pasukan itu bergerak menuju Madinah. Pada hari Kamis 21 Maret 625 M,mereka berada dihilir Lembah Uhud. Pasukan Islam berjumlah 1.000 orang, akan tetapi ditengah perjalanan, 300 orang membelot dibawah pimpinan Abdullah bin Ubay bin Salul. Kedua pasukan bertemu di Bukit Uhud , pada awal peperangan, tentara muslim memperoleh kemenangan . Akan tetapi , ketika perang hampir selesai pasukan Pemanah umat islam meninggalkan posisinya untuk mengambil harta rampasan. Akibatnya pasukan Islam mendapat serangan dari pasukan kafir yang dipimpin oleh Khalid bin Walid dari belakang. Akhirnya , pasukan Islam tidak mampu bertahan dan mengundurkan diri dari medan perang. Akibat perang ini , 70 orang pasukan Islam gugur, sedangkan 23 pasukan kafir tewas. Seusai perang , Hindun istri Abu Sufyan mengoyak-koyak isi perut Hamzah , paman Nabi Muhammad saw, yang gugur dalam pertempuran itu. Ia melampiaskan dendam atas terbunuhnya ayahnya, Utbah bin rabi'ah, oleh Hamzah bin Abdul Muttalib dalam perang Badar.
![]() |
| Gambaran Pertempuran |
Perang yang terjadi berikutnya adalah Perang Khandak. Setelah mengalami kekalahan dalam perang Uhud , pasukan Islam sekarang lebih kuat . Pada tahun 327 M, orang-orang kafir Quraisy, Yahudi dan Suku Badui mampu membentuk pasukan yang berkekuatan 10.000 personil. Diantaranya 600 pasukan berkuda yang dipimpin Abu Sufyan. Untuk menghadapi musuh, Nabi Muhammad saw mengerahkan 3.000 pasukan tempur. Berdasarkan saran dari Salman Al Farisi, kaum muslimin membuat sistim pertahanan berupa parit yang mengitari perbatasan Kota Madinah. Penggalian dilakukan oleh pasukan Islam sendiri . Abu Sofyan sebagai pemimpin pasukan Quraisy memutuskan mundur karena tidak sanggup lagi menghadapi perang. Peperangan dimenangkan oleh Kaum muslimin. Kemenangan ini membuat nama umat Islam dan Kota Madinah makin harum. Hali in menyebabkan para pembesar negara tetangga tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintah Kota Madinah.
Setelah 6 tahun menetap di Kota Madinah, timbul keinginan kaum Muhajirin untuk menunaikan ibadah haji sekaligus mengunjungi tanah kelahiran mereka. Nabi Muhammad saw mengunjungi Mekkah bersama para sahabat pada bulan Zulkaidah tahun ke-6 H atau 628 M untuk menunaikan ibadah haji. Para pemuka kafir quraisy berusha menghadang rombongan umat Islam ,ketika mengetahui keberangkatan tersebut.Dalam tradisi Arab, bulan Zulkaidah diharamkan untuk mengadakan peperangan,kebencian telah membuat mereka mengabaikan tradisi itu.
Ketika rombongan umat Islam sampai di sebuah tempat bernama Hudaibiyah yang berjarak sekitar 6 mil dari kota Mekkah ,mereka berhenti . Nabi Muhammad saw mengutus Usman bin Affan untuk mengabarkan kepada kaum kafir Quraisy maksud dan tujuan mereka. Kaum kafir quraisy bersikeras tidak mengizinkan rombongan umat Islam memasuki Mekkah,Perundingan sangat alot . Walaupuun demikian ,mereka berhasil membuat kesepakatan yang dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah . Diantaranya isinya sebagai berikut :
Setelah 6 tahun menetap di Kota Madinah, timbul keinginan kaum Muhajirin untuk menunaikan ibadah haji sekaligus mengunjungi tanah kelahiran mereka. Nabi Muhammad saw mengunjungi Mekkah bersama para sahabat pada bulan Zulkaidah tahun ke-6 H atau 628 M untuk menunaikan ibadah haji. Para pemuka kafir quraisy berusha menghadang rombongan umat Islam ,ketika mengetahui keberangkatan tersebut.Dalam tradisi Arab, bulan Zulkaidah diharamkan untuk mengadakan peperangan,kebencian telah membuat mereka mengabaikan tradisi itu.
Ketika rombongan umat Islam sampai di sebuah tempat bernama Hudaibiyah yang berjarak sekitar 6 mil dari kota Mekkah ,mereka berhenti . Nabi Muhammad saw mengutus Usman bin Affan untuk mengabarkan kepada kaum kafir Quraisy maksud dan tujuan mereka. Kaum kafir quraisy bersikeras tidak mengizinkan rombongan umat Islam memasuki Mekkah,Perundingan sangat alot . Walaupuun demikian ,mereka berhasil membuat kesepakatan yang dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah . Diantaranya isinya sebagai berikut :
![]() |
| Hudaibiyah |
- Kedua belah pihak mengadakan gencatan senjata selama 10 tahun.
- Setiap orang diberi kebebasan untuk memilih menjadi pengikut Nabi Muhammad saw atau kaum kafir quraisy.
- Kaum muslimin wajib mengembalikan orang Mekkah yang menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. di Madinah tanpa alasan yang benar kepada walinya,sedangkan kaum kafir qurasiy tidak wajib mengembalikan orang Madinah yang menjadi pengikut mereka.
- Kunjungan rombongan umat Islam untuk menunaikan ibadah haji ditangguhkan pada tahun berikutnya. Lama kunjungan paling lama adalah 3 hari dan tidak boleh membawa senjata.
Setelah perjanjian Hudaibiyah situasi menjadi aman dan tidak ada peperangan. Pengikut Nabi Muhammad saw yang semula hanya berjumlah sekitar 1.400 orang bertambah menjadi hampir 10.000 orang. Hal ini disebabkan orang-orang Qurasisy banyak bersimpati terhadap Nabi Muhammad saw. Sebelumnya,para sahabat tidak menyetujui isi perjanjian Hudaibiyah. Mereka menganggap perjanjian itu hanya merugikan umat Islam. Akan tetapi , Nabi Muhammad saw, menyikapi Perjanjian Hudaibiyah secara arif . Nabi Muhammad saw memanfaatkan situasi aman dan damai setelah Perjanjian Hudaibiyah. Beliau mengirimkan duta-dutanya ke negara tetangga untuk mengajak mereka memeluk agama Islam. Ajakan itu diterima oleh beberapa penguasa negeri tetangga dan ditolak oleh beberapa negeri tetangga lainnya, Sebagian menolak ajaran itu adalah raja Persia. Penolakan itu menyebabkan munculnya permusuhan dan peperangan yang besar antar kedua belah pihak di kemudian hari.
Darsono - T. Ibrahim
Tonggak Sejarah kebudayaan Islam/VII/ 1
Darsono - T. Ibrahim
Tonggak Sejarah kebudayaan Islam/VII/ 1
Rabu, 11 April 2012
Membangun Masyarakat melalui kegiatan Ekonomi dan Perdagangan
Berdirinya Masjid Nabawi merupakan tonggak berdirinya masyarakat Islam. Umat Islam tidak merasa takut untuk melaksanakan Sholat dan kegiatan-kegiatann keagamaan lainya. Ma sjid Nabawi menjadi ramai karena terus didatangi oleh para jama'ah yang akan melaksanakan sholat berjamaah bersama Nabi Muhammad saw. Selanjutnya , dimulailah pembangunan jalan - jalan raya di sekitar masjid. Lama kelamaan ,tempat itu menjadi pusat kota dan pemukiman.
Pesatnya pembangunan di Kota Madinah menyebabkan adanya migrasi dari tempat lain. Masyarakat yang berada disekitar Madinah berdatangan dengan tujuan berdagang atau tujuan lainnya. Keadaan yang demikian menyebabkan Madinah menjadi kota terbesar di Jazirah Arab.
Masyarakat muslim menjadi besar dan berkuasa, hal ini menimbulkan kecemburuan pada kelompok masyarakat Yahudi dan Nasrani. Agar permasalahan yyang muncul tidak makin runyam, Nabi Muhammad saw membuat peraturan untuk menata masyarakat khususnya masyarakat Islam. Nabi Muhammad mempersaudarakan kaum Anshor dan kaum Muhajirin .
Adapun kalangan bukan Islam dikat dengan peraturaan yang dibuat oleh Nabi Muhammad saw yang tertuang didalam Piagam Madinah.
Piagam Madinah ditulis pada tahun 623 M atau tahun ke 2 H.
Isi Piagam Madinah :
- Masyarakat Muslim dan Yahudi akan hidup berdampingan dan menjalankan agama masing-masing
- Apabila salah satunya diperangi musuh , yang lain wajib membantu
- Apabila terjadi perselisihan diantara keduanya,penyelesaian diserahkan kepada Nabi Muhammad, selaku pemimpin tertinggi di Madinah.
Akan tetapi , Piagam Madinah ini hanya berlaku beberapa saat saja. Orang -orang Yahudi tidak melaksanakan peraturan yang telah disepakati. Bahkan melanggar dengan terang- terangan.
Selasa, 10 April 2012
Meneladani Perjuangan Nabi Muhammad saw
Sifat dan sikap Nabi Muhammad saw yang perlu diteladani dalam perjuangan adalah :
- Menampilkan sikap terpuji dan mempunyai sifat sidik, amanah, tablig, fathonah
- Menyebarkan misi dan mencari pendukung dari awal dari orang -orang dekat
- Berdakwah secara terbuka pada saat kedudukan makin menguat
- Melakukan hijrah untuk menyusun kekuatan
- Menyandarkan keberhasilan kepada Allak swt
Ibrah Misi Dakwah Nabi
Nabi sebelum memulai dakwahnya sudah dikenal sebagai orang yang terpuji dan dapat dipercaya.Beliau mempunyai sifat :
- Sidik ( selalu benar )
- amanah ( selalu dapat dipercaya )
- fathonah ( Cerdas )
- Tabligh ( berani menyampaikan )
Keempat dakwah Nabi Muhammad saw, mengubah keadaan masyarakat jahiliah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid.
Dalam usaha dakwah,Nabi Muhammad saw banyak mendapat dukungan dari orang-orang yang siap sejak awal. Para pendukung beliau dengan setia memperjuangkan misi dakwahnya. Mereka berhasil bersedia berkorban harta benda dan jiwanya.
Cara dakwah Nabi :
a. Dakwah Sembunyi-sembunyi ditujukan kepada orang yang terdekat.
b. Dakwah secara terbuka.
Nabi Muhammad akhirnya Hijrah ke Madinah setelah warga Mekah mengancam jiwannya.
Semua misi dakwah Nabi Muhammad selalu berdasarkan petunjuk Allah swt, sehingga dakwah Nabi mencapai keberhasilan.
Misi Dakwah Nabi Muhammad saw
1. Keadaan Masyarakat Mekah Sebelum Islam
Islam lahir di Jazirah Arab. Saat itu Jazirah Arab diapit oleh dua kekaisaran, yaitu Kekaisaran Persia dan Kekaisaran Bizantium. Kekaisarann Persia agama resminya Majusi, pemeluknya menyembah api , Zend avesta kitab sucinya.
Kekaisaran Bizantium menetapkan agama nasrani sebagai agama resmi dg kitab sucinya Injil.
Sementara masyarakat Jazirah Arab ada yang beragama Majusi dan Nasrani. Sebagaian menganut agama nenek moyang mereka , yaitu menyembah berhala. Penganut Yahudi tinggal di Kota Mandinah. Mereka adalah Suku Bani Quraizah, Bani Gatafan, Bani Nadhir, Bani Qainuqa,Bani Aus, Bani Khajraj. Penyembah berhala banyak yang tinggal di kota Mekkah mereka menyembah batu dan pepohonan. mereka tidak mempercayai adanya hari kiamat dan kehidupan akherat. Dahulunya masyarakat Mekah beragama tauhid, yaitu agama yang dibawa Nabi Ibrahim as .
Kondisi masyarakat Jazirah Arab sebelum Islam lahir dinamakan Jaman Jahiliah atau zaman kebodohan. Kebodohan bukan dalam hal pengetahuan, tetapi tetang keyakinan dan akhlak.
2. Dakwah pada Masa Awal
Pada usia 40 tahun Nabi Muhammad saw sering bertahanus di gua Hira' yang terletak 6 km sebelah timur Kota Mekkah. Tanggal 17 romadlon 611 M ,Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama surah Al 'Alaq ayat 1-5.
Turunya wahyu pertama itu menandakan bahwa nabi Muhammad telah menjadi utusan Allah. Pada mulanya Nabi berdakwah dengan Sembunyi-sembunyi terbatas pada orang-orang terdekat.yang pertama menerima dakwah adalah : Khadijah ( istri Nabi ). Ali Bin Abi Thalib (anak pamannya ), Abu Bakar ( sahabatnya), Zaid bin Haritsa ( pembantunya ). selanjutnya beberapa orang yang mengikuti dakwah Nabi : Usman bin Affan , Abdurrahman bin Auf,Zubair buin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah,Abi Ubaidah bin Jarrah dan Arqam bin Abil Arqam. Dakwah nabi Muhammad dipusatkan dirumah Arqam bin Abil Arqam. Orang yang masuk Islam awal dinamakan Assabiquunal Awwaluun.
Dakwah dengan sembunyi-sembunyi mulai ditinggalkan setelah beliau menerima wahyu surah Al Hijr ayat 94.
Ayat tersebut menekannkan bahwa dakwah Nabi Muhammad bertujuan menghindari dari kemusrikan dan mengajak kepada ketauhidan. Dakwah secara terbuka pertama kali dilaksanakan di bukit Shafa. Dakwah terbuka di bukit shofa bubar setelah Abu Lahab melempari batu pada Nabi Muhammad. Umar bin Khattab masuk islam dakwah secara terbuka makin menguat.
3. Bentuk dan Hambatan Dakwah
Nabi Muhammad saw berasal dari Bani Hasyim . Pada saat itu Bani Hasyim sangat dihormati. kakek Nabi Muhammad bernama Abdul Mutthalib adalah penjaga Ka'bah semasa hidupnya. Abu Thalib adalah pengatur pembagian air Zamzam. Jabatan tersebut sangat terhormat.
Banyak tokoh kafir Quraisy yang membujuk Abu Thalib agar melepaskan perlindungan terhadap Nabi Muhammad saw. Diantara tokoh terebut adalah Abu Lahab, Abu Sufyan dan Utbah bin Rabi'ah. Mereka sangat bersemangat dalam menghambat dakwah Nabi Muhammad saw.
Desakan untuk menghentikan dakwah datang bertubi-tubi sempat membuat Abu Talib goyah. Banyak para pengikut Nabi Muhammad saw mengalami siksaan dari kafir Quraisy diantaranya Bilal bin Rabbah, keluarga Amr bin Yasir,Zubaer bin Awwam dan Abu Bakar. Menghadapi hambatan tersebut Nabi Muhammad saw memerintahkan beberapa sahabat untuk hijrah ke Ethiopia atau Habasyah.
Usaha untuk menghentikan Dakwah Nabi Muhammad dilakukan dengan pemboikotan selama 3 tahun . bentuk pemboikotan antara lain :
a. Tidak mau berbicara dengan orang Islam.
b. Tidak mau jual beli dengan orang Islam.
c. Tidak mau menikah dengan orang Islam.
Pemboikotan itu berhenti setelah papan pengumuman pemboikotan yang dipasng didinding Ka'bah hancur dimakan rayap.
4. Misi Dakwah Nabi Muhammad saw.
Pemicu kebencian orang-orang kafir terhadap dakwah Nabi Muhammad adalah pada misi dakwahnya. Dakwah Islam saat itu berisi seruan kembali kepada ajaran Tauhid ,beribadah hanya pada Allah swt, dan beriman kepada hari Akhir. hal itu berarti menghapus adanya kesenjangan sosial dan kesombongan antar suku.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




