BREAKING NEWS

Jumat, 19 April 2013

Islam Masuk Indonesia


A. Proses Masuknya Agama Islam ke Indonesia
Masuknya agama islam di Indonesia terdapat dua pendapat : 
pendapat pertama , kedatangan agama Islam terjadi pada abad pertama Hijriah atau sekitar abad ke -7 M. didukung bukti-bukti :
1.  Catatan Sejarah Kerajaan Cina
      Menurut catatn iini pada zaman dinasti Tang terdapat orang -orang Tashih untuk menyerang Kerajaan Holing yang diperintahkan oleh Ratu Sima ( 674 M ). Namun rencana tersebut kemudian dibatalkan karena kuatnya pemerintah Ratu Sima . Sebutan Ta-Shih dalam berita itu ditafsirkan sebagai orang-orang arab 

2.   Berita Chou Ku- Fei ( 1178 M ).
     Menurut berita ini, didaerah Indonesia saat itu terdapat dua temmpat yang menjadi komunitas orang     Ta-Shih , yaitu Fo-Lo-On dan Sumatra Selatan. Wilayah ini merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwiajya. Fo-lo-on sekarang lebih dikenal sebagai Kuala Brag,Trengganu,Malaysia.

3.   Berita Jepang ( 784 M )
    Berita ini menceritakan perjalana Pendeta Kanshin ke Indoensia . dalam berita  tersebut dikemukakan bahwa pada masa itu di Kanton terdapat  kapal-kapal Po-sse dan Ta-Shih K-uo . Oleh para ahli , istilah   Po-sse ditafsirkan sebagai bangsa melayu, sedangkan Ta-Shih ditafsirkan sebagai orang-orang Arab dan  Persia.

Pendapat Kedua :
Agama Islam Masuk ke Indonesia pada abad ke 13. pendapat ini didasarkan pada munculnya Kerajaan Samudra Pasai yang bercorak Islam, pada bada 13 M. Pendapat ini diperkuat oleh bukti-bukti sebagai berikut :
1.    Catatan Perjalanan Marcopolo ( 1292 M )
Catatan ini mengisahkan perjalanan Marcopolo ke Sumatra bagian Utara. Pada saat itu , Marcopolo sempat singgah ke Kerajaan Islam Samudra Pasai dalam pelayarannya kembali ke Eropa dari Cina.

2.    Berita Ibnu  Batutah
      Pendapat kedua juga didukung oleh berita Ibnu Batutah pada abad ke 13  serta batu nisan Sultan Malik as Shaleh ditemukan di Sumatra Utara tahun 676 H ( 1297 M ) . Sultan Malik as Shaleh dikenal sebagai pengajar tasawuf yang kemudian  menjadi raja di Kerajaan Samudra Pasai.

     Berbagai pendapat diatas memberi gambaran bahwa proses masuknya agama Islam ke Indonesia tidak dilakukan secara bersamaan untuk tiap daerah. Namun demikian, para ahli sependapat bahwa pengaruh Islam pertama kali muncul di Pulau Sumatra. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan di pulau ini sebagai sebuah kerajaan Islam.
      Golongan pembawa agam Islam di Indonesia adalah kaum Pedagang. Selain sebagai  kewajiban seorang muslim, penyebaran agama melalui perdagangan.

B. Cara Masuknya Islam ke Indonesia
1.  Perdagangan
Masuknya Islam ke Indoensia melalui perdagangan terjadi tahap awal, yaitu sejalan dengan ramainya lalulintas perdagangan laut pada abad ke 7 M hingga abad ke 16 M. Pada masa itu perdagangan muslim yang berdagang ke Indoensia makin  banyak sehingga akhirnya membentuk pemukiman yang disebut Pekojan . dari tempat ini ,  mereka berinteraksi dan berasimilasi dengan  masyarakat asli seraya  menyebarkan agama Islam.

2.  Perkawinan
Para pedagang Islam yang datang ke Indoensia banyak yang menikah dengan wanita pribumi. Sebelum perkawinan berlangsung ,wanita-wanita pribumi yang  beragama Islam diminta mengucapkan Syahadat sebagai tanda menerima Islam sebagai agamnya. Melaui proses seperti ini,kelompok mereka makin besar dan lambat laun berkembang dari komunitas kecil  menjadi  kerajaan Islam.

3. Pendidikan
 Penyebaran Islam melalui pendidikan dilakuikan melalui pesantren-pesantren. Beberapa pesantren yang dikenal adalah : Pesantren Ampel Denta,milik sunan Ampel ( Radden Rahmad ) dan Pesantren Sunan Giri milik sunan Giri , yang kebanyakan muridnya berasal dari Maluku. Di samping mengajar di Pesantren-pesantren, para kia juga sering kali menjadi penasehat para raja atau bangsawan.

4. Tasawuf
 Tasawuf adalah ajaran atau cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Tasawuf lebih memudahkan orang yang telah mempunyai dasar ketuhanan lain untuk mengerti dan menerima ajaran Islam. Ajaran tasawuf banyak dijumpai dalam cerita-cerita babad dan hikayat masyarakat setempat. Beberapa tokoh penyebar ajaran Tasawuf yang dikenal adalah Hamzah Fansuri, Syamsudin ,Syekh Abdul Shamad dan Nuruddin ar Raniri

5. Kesenian
Penyebaran Islam di Indonesia terlihat pula dalam kesenian Islam. Seperti Peninggalan seni Bangunan, seni pahat, seni musik, dan seni sastra. Hasil seni ini dapat pula dilihat pada bangunan masjid-masjid kuno Demak, Cirebon,Banten dan Aceh

C. Perkembangan Islam di Indonesia
        Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia tidak terlepas dan peran para pedagang ,Khususnya para pedagang Islam dari Gujarat dan Persia.  Kerjaan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Saat itu, Pasai  menjadi pusat perdagangan yang  banyak disinggahi para pedagang dari  berbagai negara. Namun , peranan Pasai kemudian menurun setelah berkembangnya pelabuhan Malaka di Semanjung Malaya. Pada Abad ke 14 , Malaka telah tumbuh menjadi perdagangan yang banyak disinggahi para pedagang terbesar di Asia Tenggara .
Perkembangan Islam di Pulau Jawa relatif cepat dengan semakin lemahnya Kerajaan Majapahit . Komunitas Islam di jawa kemudian mendirikan Kerajaan Islam Pertama di Pulai jawa, Yakni Kerajaan Demak.  Kerajaan Demak tumbuh pusat penyebaran agama islam di daerah di Indonesia , seperti ke Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.
        Ada beberapa faktor yang menyebabkan agama Islam dapat berkembang dengan cepat di Indonesia. Diantaranya :
  1. Syarat untuk masuk agama Islam sangat lah mudah . Seseorang hanya butuh mengucapkan kalimat syahadat untuk bisa secara resmi menganut agama Islam.
  2. Agama Islam tidak mengenal sistim pembagian masyarakat berdasarkan kasta. Dalam hal ajaran agama Islam tidak dikenal adanya perbedaan golongan
  3. Penyebaran agama Islam dilakukan dengan jalan relatif Damai  ( tanpa melalui kekerasan )
  4. Sifat bangsa Indonesia yang sangat ramah .
  5. Upacara keagamaan dalam Islam lebih sederhana.
Faktor-faktor diatas didukung pula dengan semangat para penganut Islam untuk menyebarkan agama yang telah dianutnya,
Perkembangan Islam dibeberapa wilayah di Indonesia sekitar abad ke -12 hingga abad - 16 adalah sebagai berikut :
  1. Pulau Sumatra. Pada abad 7 M daerah Sumatra  bagian utara adalah pusat perdagangan rempah-rempah didaerah tersebut . Letak pelabuhan yang berada diujung utara pulau Sumatra , menyebabkan daerah ini menjadi tempat yang strategis untuk menunggu datangnya angin musim dari Timur Laut yang menuju arah Barat. Dalam selang waktu tersebut , para pedagang Arab kemudian ikut menyebarkan agama Islam.
  2. Pulau Jawa. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa diperkirakan berasal dari Malaka. Namun ,kapan tepatnya tidak diketahui dengan pasti. Bukti tertua tentang agama Islam di pulau Jawa berasal dari batu Nisan Fatimah binti Maimun di Leran Gresik , yang berangka tahun 1082 M.Adanya Komunitas orang Arab yang hidup di Sumatra awal abad ke-12 M, belum tentu berarti telah berlangsung islamisasi. Setelah abad 13 , bukti islamisasi banyak ditemukan di Pulau Jawa . Hal ini  dapat dilihat dari penemuan  beberapa batu nisan bercorak Islam di Troloyo,Trowulan,dan Gresik. Dalam berita Ma- huan (1416 ) , terdapat keterangan tentang adanya orang-orang muslim yang tinggal di kota pelabuhan Gresik . Hal ini membuktikan bahwa Komunitas muslim mulai berkembang baik di Jawa Timur ,terutama di Kota-kota pelabuhan.   Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami masa kemunduran , diawal abad ke -15 , kota-kota pelabuhan seperti Tuban dan Gresik sebagai pusat penyebaran agama Islam.  Kota pelabuhan lainya , seperti Demak juga berkembang menjadi daerah penyebaran agama Islam , menyebar ke daerah pesisir utara Jawa Barat yang merupakan daerah perdagangan yang sangat ramai. Kota pelabuhan di Jawa Barat seperti Cirebon,Sunda Kelapa,dan Banten yang  sangat potensial sebagai daerah pemasaran hasil bumi. Dalam pemerintahan ,pengaruh nya terlihat pada penggunaan gelar Sultan dan panatagama bagi raja. Raja juga berperan mengatur dan melindungi agama.
  3. Pulau Kalimnatan , Maluku, dan Sulawesi. Penyebaran agama Islam di Pulau Kalimantan dapat diketahui dari Hikayat Banjar milik kerajaan Banjar. Islamisasi dilatar belakangi oleh adanya kepentingan politik . Kerajaan Demak dalam konflik antara Kerajaan Banjar dan Kerajaan Daha.  Sementara itu Penyebaran agama Islam di Maluku dan Sulawesi berjalan dengan Damai . Proses ini tidak dapat dipisahlkan dari terjalinnya jalur hubungan dan pelayaran Internasional Malaka- Jawa - Maluku. Pengaruh agama Islam diperkirakan  masuk ke Maluku pada Abad ke -14 M. Adapun Sulawesi bagian selatan  , agama Islam diperkirakan masuk pada abad 16 M.
H. Darsono T.Ibrahim . Tonggak Sejarah Islam 3





   



Rabu, 05 Desember 2012

Kondisi Sosial Masa Dinasti Abbasiyah

      Pada masa dinasti Abbasiyah , kelas kaum muslim Arab yang tinggal di Suriah menempati tingkatan yang tinggi. Hal itu menimbulkan kecemburuan masyarakat Islam lainya. Akhirnya, hal itu menjadi penyebab utama runtuhnya Dinasti Umayah. kekecewaan yang terus menerus membuat mereka membrontak.
      Berdirinya Dinasti Abbasiyah tidak terlepas dari bantuan masyarakat muslim lainya . Kaum muslim Arab yang mendukung Dinasti Abbasiyah terdiri dari penduduk Mekkah, Madinah, Irak dan kum Syi'ah ( keturunan Ali ). Dinasti Abbasiyah berhasil mendapatkan dukungan tersebut dengan seruan  sebagai sesama kaum yang tertindas dan sesama keturunan Hasyim. Dukungan kaum muslim non arab yang terbesar datang dari orang-orang Persia. Mereka merasa hak-haknya sebagai warga negara terabaikan . Dukungan-dukungan tersebut membuat dinasti Abbasiyah memiliki kekuatan yang besar hingga mampu menumbangkan Dinasti Umayah.
    Oleh karena itu pada masa Dinasti Abbasiyah yang hak-hak mereka disamakan bahkan dalam beberapa periode,masyarakat muslim non arab memegang peranan yang sangat penting dalam pemerintahan. Beberapa golongan non arab yang mempunyai peranan penting dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah adalah keluarga Barmak,Dinasti Buwaihi dan Dinasti Saljuk.
    Keluarga Barmak adalah keluarga bangsawan terpandang asal Balk, Persia. Khalid Bin Barmak adalah orang pertama dari keluarga Barmak yang membina hubungan dengan para Khalifah Dinasti Abbasiyah. mereka ikut berjuang dalam gerakan Abbasiyah dan ikut berperan besar dalam proses berdirinya Dinasti ini. Khalid bin Barmak berjasa dalam usaha pembrontakan di Mesopotamia. untuk beberapa saat lamanya, ia menjadi gubernur disana.
    Ketika Khalifah Abu ja'far al Mansur memunculkan jabatan wazir, keluarga Barmak mendapat kepercayaaan  memegang jabatan ini hingga hampir 5 tahun lamanya.Khalid bin Barmak menjabat sebagai wazir pertama. jabatan itu kemudian dipegang oleh anaknya , Yahya bin Khalid . Kedudukan  itu kemudian diwariskan lagi kepada anaknya, Ja'far bin Yahya. Adapun anaknya yang lain ,Fadl bin Yahya , menjadui gubernur Persia Barat dan Khurasan.
    Golongan lain yang berpengaruh pada masa Dinasti Abbasiyah adalah Dinasti Buwaihiyah. Mereka berasal dari golongan Syi'ah dan memegang peranan penting selama hampir satu abad (945-1055 M ). Pada masa tersebut, Khalifah hanya dianggap sebagai simbol, sedangkan kekuasaan dipegang oleh dinasti Buwaihiyah.
     Dinasti Buwaihiyah merupakan putra-putra Buwaih yang berasal dari suku Dailami yang menempati daerah pegunungan di sebelah Barat daya laut Kaspia. Mereka terdiri dari Ali bin Buwaih yang  berkuasa di Isfahan, hasan bin Buwaih yang berkuasa di Ray dan Jabal dan ahmad Buwaih yang berkuasa di al Ahwaz dan Khuziztan,mereka juga menagkui kedudukan khlaifah Dinasti Abbasiyah.
    Keberadaan Dinasti Saljuk dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah hampir sama dengan Dinasti Biwaihiyah. Mereka menjadi penguasa yang sesungguhnya, sementara khalifah Dinasti Abbasiyah  hanya menjadi simbol di Istana Bagdad. Berbeda dengan Dinasti Buwaihiyah yang beraliran  Syiah  , Dinasti Saljuk adalah golongan Islam Sunni,sama dengan Dinasti Abbasiyah. Interaksi bangsa Arab dengan bangsa-bangsa non Arab itu memberikan Khazanah baru dalam bidang sosial budaya . Selama pemerintahan Dinasti Abbasiyah tidak ada perbedaan kelas antara penduduk Arab non Arab . Dengan demikian mereka mampu memberikan sumbangan yang penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.



Minggu, 02 Desember 2012

Berdirinya Daulah Abasiyah

      Awal Abad ke 8 (  720 M ), kebencian  terhadap pemerintahan Dinasti Umayah telah tersebar luas. Kelompok -kelompok yang merasa tidak puas bermunculan. Kelompok-kelompok itu adalah :
  1. Kelompok Muslim non Arab ( mawali ) yang memprotes kedudukan mereka sebagai kelas dua dibawah muslim arab.
  2. Kelompok Khawarij dan Syi'ah yang menganggap Dinasti Umayah sebagai penumpas Khilafah
  3. Kelompok muslim Arab Muslim Arab di Mekkah, Madinah dan Irak yang merasa sakit hati atas status istimewa penduduk Suriah.
  4. Kelompok muslim yang sholeh, baik Arab maupun non Arab yang memandang keluarga Dinasti Umayah telah bergaya hidup mewah dan jauh dari jalan hidup islami.
       Kelompok-kelompok tersebut membentuk suatu kekuatan gabungan yang dikoordinasi oleh  keturunan al Abbas, paman Nabi Muhammad saw. untuk mencari dukungan masyarakat luas, kelompok Dinasti Abbasiyah melakukan propaganda yang mereka sebut sebagai usaha dakwah. Gerakan dakwah dimulai ketika Umar bin Abdul Aziz berkuasa ( 717-720 M ). Umar bin Abdul Aziz memimpin dengan adil . Ketentraman dan stabilitas negara memberi kesempatan kepada gerakaan Dinasti Abasiyah untuk menyusun dan merencanakan kegiatan di al Humayah.
      Pemimpin gerakan dakwah waktu itu adalah Ali bin Abdullah bin Abbas . Dia kemudian digantikan oleh anaknya, Muhammad.Ia memperluas gerakan Dinasti Abbasiyah dan menetapkan tiga kota sebagai pusat gerakan yaitu al Hayumah sebagai pusat perencanaan dan organisasi, Kufah sebagai kota penghubung, dan Khurasan sebagai pusat gerakan praktis. Muhammad meninggal pada tahun 743 M dan digantikan oleh anaknya . Ibrahim al Imam . ia kemudian menunjuk seorang Khurasan sebagai panglima perangnya yaitu Abu Muslim al Khurasani.
      Abu Muslim al Khurasani adalah pemuda yang menampakkan bakat kepemimpinan dan keberanian yang luar biasa . Padahal pada waktu ditunjuk sebagai panglima oleh Ibrahim al Imam ,ia baru berusia 19 tahun . . Ia mencapai puncak sukses besar di  Khurasan. Ia berhasil menarik simpati sebagian besar penduduk . Pernah dalam  sehari, ia berhasil mengumpulkan penduduk dari sekitar 60 desa disekitar Merv . banyak tuan taah di Persia (dihkan ) yang mengikutinya. Ia berkampanye untuk memunculkan  rasa kebersamaan diantara golongan Alawiyin ( keturunan Ali ) ,golongan Syi'ah, dan orang-orang persia untuk menentang dinasti Umayah yang telah menindas mereka. Abu Muslim al Khurasani mengajak mereka bekerjasama dengan gerakan Abbasiyah untuk mengembalikan kekhalifahan kepada  golongan Bani Hasyim, baik dari keturunan Abbas bin Abdul Mutthalib maupun keturunan Ali bin Abi Thalib.
     Sebelum Abu Muslim Al Khurasani diangkat sebagai panglima perang gerakan dakwah dilakukan secara diam-diam. Para dai dikirim ke berbagai penjuru wilayah Islam dengan menyamar sebagai pedagang atau jamaah haji . Hal itu dilakukan karena belum berani melawan dinasti Umayah secara terang-terangan. Setelah itu  Abu muslim Al Khurasani diangkat sebagai panglima , Ibrahim diangkat sebagai panglima , Ibrahim al Imam mendorong  Abu Muslim Al Khurasani untuk merebut Khurasan dan menyingkirkan orang-  orang arab yang mendukung Dinasti Umayah pada tahun 747 M. Rencana ini diketahui oleh penguasa Dinasti Umayah. Ibrahim al Imam .
Langkah-langkah Bani Abbas untuk mendirikan Daulat Abbasiyah adalah :
  1. Membentuk gerakan bawah tanah dengan tokohnya :  Muhammad al Abbas, Ibrahim al Imam dan Abu mMuslim Al Khurasny.
  2. Menerapkan politik bersahabat dengan Bani Umayah , artinya tidak memperlihatkan sikap permusuhan terhadap keturunan Umayah.
  3. Dalam gerakannya itu mengguakan atau mengatasnamakan golongan Bani Hasyim, bukan atas nama golongan Bani Abbas, Tujuannya agar para pendukung  Ali tetap mendukung nya , karena mereka sama-sama keturunan Bani Hasyim.
  4. Menetapkan wilayah Khurasan sebagai pusat kegiatan politik Bani Abbas di bawah pimpinan Abu Muslim Al Khurasany.
dengan langkah yang tepat itulah  Bani Abbas berhasil menggulingkan Dinasti Daulah Bnai Umayah yang telah berkuasa lebih kurang 90 tahun . selanjutnya Adullah bin Muhammad di kenal dengan nama Abu Abbas as Syafah diangkat sebagai Kholifah Daulat Bani Abbas yang pertama tahun 132 H = 750 M.



Jumat, 16 November 2012

Keruntuhan Dinasti Umayah

    Kekuasaan dan kejayaan Dinasti Daulah Bani Umayah mencapai puncaknya pada masa Pemerintahan Khalifah Al Walid bin Abdul Malik.
Beberapa sebab runtuhya Dinasti Umayah adalah :
1.    Figur Khalifah yang lemah.
       Pemindahan ibu kota dari Madinah ke Damaskus merupakan awal munculnya faktor kelemahan ini. Damaskus merupakan bekas ibu kota Kerajaan Bizantium,.Akibatnya kehidupan bangsawan Bizantium mulai  mempengaruuhi dan akhirnya menjadi gaya hidup keluarga Dinasti Umayah. mereka terbiasa menjalani kehidupan mewah dan jauh dari gaya hidup islami yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.
Khalifah Dinasti Bani Umayah yang bisa memerintah dengan kuat :
  • Mu'awiyah
  • Abdul  Malik
  • al Walid I
  • Umar II
  • Hisyam
Yazid III merupakan khalifah Islam yang pertama yang ibunya seorang budak belian yang dimerdekakan. Semua itu telah melemahkan semangat dan daya juang keluarga Dinasti Umayah.

2.    Hak Istimewa Bangsa Arab Suriah
       Umayah bin Khalaf merupakan nenek  moyang Dinasti Umayah yang telah menetap lama di Suriah jauh sebelum Islam datang. Oleh karena itu kehidupan dan dan keberlangsungan Diansti Uamyah tidak bisa dilepaskan dari orang-orang Suriah. selanjutnya , Dinasti Umayah membentuk Aristokrasi kelas-kelas sosial dan tingkatan masyarakat.
Tentara Suriah adalah jantung kekuatan militer Dinasti Umayah. Sebagai sumber kekuatan mereka memperoleh bagian terbesar dari harta rampasan.

3.    Pemerintahan yang tidak Demokratis dan Korup
        Pada masa Khulafaurrasyidin , pemilihan khalifah dilakukan secara musyawarah dan demokratis. Dalam perjanjian Amul Jama'ah antara Hasan bin Ali dan  Mu'awiyah. Mu'awiyah menyanggupi pemilihan khalifah sesudahnya  dilakukan dengan musyawarah dan pemilihan yang demokratis dari umat islam. Namun Mu'awiyah mengingkari janji itu. ia menunjuk anaknya . Yazid bin Mu'awiyah sebagai putra mahkota dan kholifah sesudahnya. Hal itu berlangsung secara turun temurun.

4.    Persaingan antar suku
Persaingan antar suku sudah lama menjadi ciri  bangsa Arab. Sikap pilih kasih Dinasti Umayah kembali munculkan hal itu. Suku-suku Arab berbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu bangsa Arab Utara yang disebut Arab Quraisy atau Mudari dan Bangsa Arab Selatan yang disebut Yamani atau Himyari. Dalam pertikaian itu , Dinasti Umayah mendukung suku arab Yamani yang lebih  cocok  dengan mereka. Serangkaian peperangan antara dua suku arab itu sangat memperlemah kekuatan Dinasti Umayah.



Daftar Pustaka

Dewan Redaksi  Ensiklopedi Islam. 1994. Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve
Esposto John.L.1999. The Osford History of Islam.Oxford:Oxford History Press
Khalid Muhammad.1992. 60 Sahabat Rasulullah. Bandung .CV Diponegoro
Lapidus,Ira M.2000. Sejarah Sosial Umat Islam. jakarta :Raja Grafindo Persada
Nasution,Harun.1992.Ensiklopedi Islam Indoensia.Jakarta: PT Djambatan
Syalabi,Ahmad.1987.Sejarah Kebudayaan Islam.Jakarta:Pustaka Al-Husna
Syed mahmuddunnasir.1994.Islam: Konsepsi dan Sejarahnya.Penerjemah:Drs Dadang Affandi .Bandung: Remaja Rosdakarya Ofset.
al-Usairy,Ahmad.2003. Sejarah Islam: Sejak Zaman nabi Muhammad hingga Abad XX Penerjemah; H.Samson rahman .jakarta: Akbar Media Sarana .
Yatim badri.1993. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Jakarta: raja Grafindo Persada.

Rabu, 07 November 2012

Meneladani Kepribadian Umar bin Abdul Aziz

   Umar bin Abdul Aziz merupakan khalifah Dinati Umayah yang membawa Daulah Umayah mencapai puncak kejayaan. Para ahli sejarah menyatakan bahwa gaya kepemimpinan mirip dengan gaya kepemimpinan Khulafaur Rasyidin.Oleh karena itu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz disegani baik oleh kawan maupun lawan politiknya .
Nama lengkap Umar bin Abdul Aziz adalah Abu Hafs Umar bin Abdul Aziz bin Marwan adalah Abu Hafs Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam bin As bin Umayah bin Abdu Syams. Ayahnya Abdul Aziz , pernah menjadi gubernur Mesir selama beberapa tahun. selain itu Umar bin Abdul Aziz adalah keturunan Umar bin Khattab melalui ibunya Laila Umm binti Asim binti Umar bin Khattab.

1.   Biografi Umar bin Abdul Aziz
      Pada waktu kecil Umar bin Abdul Aziz sering berkunjung ke rumah paman dari ibunya, Abdullah bin Umar bin Khattab. Setiap kembali dari rumah Abdullah bin Umar bin Khattab, ia sering mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin hidup seperti kakeknya, Umar bin Khattab. Umar bin Abdul Aziz menghabiskan sebagian besar hidupnya di Madinah hingga ayahnya wafat tahun 704 M. Kemudian, pamannya yang bernama Abdul Malik bin Marwan membawa ke Damaskus dan menikahkannya dengan putrinya Fatimah.
     Umar bin Abdul Aziz memperoleh pendidikan di Madinah. Pada waktu itu, Kota Madinah meerupakan pusat ilmu pengetahuan serta gudang para ulama hadits dan tafsir. Pendidikan yang ia peroleh sangat mempengaruhi kehidupannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai khalifah Dinasti Umayah.
    Pada masa pemerintahan al Walid bin Abdul Malik, Umar bin Aziz diangkat sebagai gubernur Hijaz yang berkedudukan di Madinah, ketika itu ia baru  berumur 24 tahun. ketika Masjid Nabawi dibongkar atas perintah al Walid bin Abdul Malik untuk diganti dengan bangunan yang baru, Umar bin Abdul Aziz dipercaya sebagai  pengawas pelaksanaan pembangunan.
    Penampilan Umar bin Abdul Aziz sebagai gubernur sangat berbeda dengan gubernur yang lain. ia dikenal sebagai gubernur yang adil, bijaksana, mengutamakan dan memperhatikan kepentingan rakyat, serta mau mendiskusikan berbagai masalah penting yang berkaitan dengan agama, urusan rakyat dan pemerintahan.
    Umar  bin Abdul Aziz menjadi khlalifah Dinasti Umayah berdasarkan wasiat khalifah Dinasti Umayah sebelum nya , Sulaiman bin Abdul Malik .Setelah menjadi Khalifah, terjadi suatu perubahan atas dirinya. Khalifah Umar bin Abdul Azizi meninggalkan cara hidup bermewah-mewahan dan menjadi seorang yang zahid dan abid. Ia selalu melakukan cara hidup yang ketat atas dirinya dan keluarganya.
      Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengembalikan semua harta yang ada pada dirinya ke Baitul mal. Berlian yang ada pada istrinya dikembalikan ke baitulmal. Ia mengharamkan atas dirinya untuk mengambil apapun ke Baitulmal.

2.   Usaha-Usaha Khalifah Umar bin Abdul Aziz
      a. Bidang Agama
  • Menghidupkan kembali ajaran Al-Qur'an  dan Sunah Nabi
  • Mengadakan kerjasama dengan ulama besar,seperti Hasan al Basri dan Sulaiman bin Umar
  • Menerapkan hukum syariah Islam secara serius
  • Memerintahkan Imam Muhammad bin Muslim bin Syihab Az Zuhri mengumpulkan Hadits-hadits untuk diseleksi apakah palsu atau tidak.
     b.  Bidang Pengetahuan
           Pemindahan sekolah kedokteran yang ada di Iskandariah (Mesir )ke Antiokia dan Harran ( Turki )

     c. Bidang Sosial Politik
  • Menerapkan politik yang menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan diatas segalanya.
  • Mengirim utusan ke  berbagai negeri untuk  melihat langsung cara kerja para gubernur dalam rangka menegakkan kebenaran
  • Memecat gubernur yang tidak taat menjalankan agama dan bertindak dzalim terhadap rakyat.
      d.  Bidang Ekonomi
  • Mengurangi beban pajak
  • Membuat aturan mengenai timbangan dan takaran
  • Membasmi sistim kerja paksa
  • Memperbaiki tanah pertanian , irigasi,pengairan sumur, sumur-sumur dan pembangunan jalan raya
  • Menyantuni fakir miskin dan anak yatim
     e.  Bidang Militer
            Dalam bidang ini, Khalifah Umar bin Aziz tidak membangun angkatan perang,tetapi condong meningkatkan taraf hidup rakyat

      f.  Bidang Dakwah dan Perluasan Wilayah
          Perluasan wilayah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dilakukan dengan cara berdakwah amar ma'ruf nahi mungkar.

3.  Jasa-jasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz
  • Menciptakan perdamaian yang dilandasi ajaran islam
  • Meningkatkan kesejahteraan rakyat
  • Melindungi hak asasi manusia
  • Menyusun undang-undang tentang pertahanan
  • Membangun tanah pertanian lengkap dengan pengairan
  • Membangun masjid-masjid sebagai syiar Islam
  • Menyediakan  dana khusus untuk menolong orang-orang miskin
  • Melakukan pembukuan terhadap  hadits-hadits Nabi Muhammad
Umar bin Abdul Aziz memerintah selama dua setengah tahun . Waktu yang relatif singkat itu ia gunakan untuk membuat kebijaksanaan diberbagai bidang . Dalam melaksanakan kebijakannya, ia tidak memanfaatkan kebijakan itu untuk memperkaya diri. Bahkan ia menerapkan pola hidup sederhana.

 


Daftar Pustaka

Dewan Redaksi  Ensiklopedi Islam. 1994. Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve
Esposto John.L.1999. The Osford History of Islam.Oxford:Oxford History Press
Khalid Muhammad.1992. 60 Sahabat Rasulullah. Bandung .CV Diponegoro
Lapidus,Ira M.2000. Sejarah Sosial Umat Islam. jakarta :Raja Grafindo Persada
Nasution,Harun.1992.Ensiklopedi Islam Indoensia.Jakarta: PT Djambatan
Syalabi,Ahmad.1987.Sejarah Kebudayaan Islam.Jakarta:Pustaka Al-Husna
Syed mahmuddunnasir.1994.Islam: Konsepsi dan Sejarahnya.Penerjemah:Drs Dadang Affandi .Bandung: Remaja Rosdakarya Ofset.
al-Usairy,Ahmad.2003. Sejarah Islam: Sejak Zaman nabi Muhammad hingga Abad XX Penerjemah; H.Samson rahman .jakarta: Akbar Media Sarana .
Yatim badri.1993. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Jakarta: raja Grafindo Persada.

Senin, 05 November 2012

Ibrah Perkembangan Kebudayaan / Perdaban Islam Masa Dinasti Umayah

    Masa pemerintahan Dinasti Umayah menunjukkan pentingnya stabilitas politik negara sebagai modal untuk mengembangkan kekuasaaan. Setelah stabilitas politik tercapai, pembangunan di berbagai bidang digalakkan.
    Bukti peninggalan bersejarah dari  masa Dinasti Umayah menunjukkan bahwa pada masa itu umat Islam sudah mencapai tingkat  peradaban yang tinggi. Hal itu menjadi cikal  bakal perkembangan ilmu pengetahuan yang ada pada saat ini. Oleh karena itu, umat islam selayaknya berusaha keras untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga Islam kembali mencapai kejayaan.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Dinasti Umayah

   Pusat kegiatan ilmiah pada masa Dinasti Umayah adalah Kota Basrah dan Kufah di Irak. Perkembangan ilmu pengetahuan itu ditandai dengan munculnya ilmuwan-ilmuwan muslim dalam berbagai bidang. Khalid bin Zayid bin Mu'awiyah adalah orang pertama yang menerjemahkan buku tentang astronomi, kedokteran dan kimia. Disamping itu, Khalid bin Yazid merupakan seorang penyair dan orator yang terkenal.
   Pada masa pemerintahannya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz , sering mengundang para ulama dan fuqaha untuk mengkaji ilmu dalam berbagai  majlis. Ulama-ulama lain yang muncul pada waktu itu adalah Hasan al Basri, Ibnu Shihab az Zuhri dan Wasil bin Ata.
    Pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan, Bahasa Arab digunakan sebagai bahasa administrasi  negara. Penggunaan bahasa arab yang makin luas membutuhkan suatu panduan kebahasaan yang dapat dipergunakan oleh semua golongan. Hal itu mendorong lahirnya seorang bahasawan yang bernama Sibawaihi. Ia mengarang sebuah buku yang berisi pokok-pokok kaidah bahasa Arab yang berjudul al-kitab.  Buku tersebut bahkan termashur hingga saat ini.
Bidang kesusastraan juga mengalami kemajuan.Hal itu ditandai dengan munculnya sastrawan-sastrawan berikut ini :
  1. Qays bin Mulawwah , termasyhur dengan sebutan Laila Majnun ( wafat 699 M)
  2. Jamil al-Uzri ( wafat 701 M ).
  3. al Akhtal ( wafat 710 M )
  4. Umar bin Abi Eabi'ah ( wafat 719 )
  5. al Farazdaq ( wafat 732 M )
  6. Ibnu al Muqaffa ( wafat 756 M )
  7. Jarir ( wafat 792 M ).
    Pada masa dinasti Umayah, pembangunan fisik juga mendapat perhatian besar. Dengan berpindahnya pusat kekuasaan keluaar dari Jazirah Arab, pembangunan fisik juga tidak terpusat di Jazirah Arab saja. Usaha yang dilakukan oleh Dinasti Umayah dalam kaitannya dengan keberadaan bangsawan bersejarah adalah :
  1. Mengubah Katedral St.John di Damaskus menjadi Masjid
  2. Menggunakan Katedral Hims sebagai Masjid
  3. Merenovasi Masjid Nabawi
  4. Membangun Istana Qusyr Amrah dan Istana al Musatta yang digunakan sebagai tempat peristirahatan di padang pasir.

Bukti-bukti peninggalan tersebut menunjukkan  bahwa pada masa Dinasti Umayah umat Islam sudah mencapai tingkat peradaban yang tinggi.



Daftar Pustaka

Dewan Redaksi  Ensiklopedi Islam. 1994. Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve
Esposto John.L.1999. The Osford History of Islam.Oxford:Oxford History Press
Khalid Muhammad.1992. 60 Sahabat Rasulullah. Bandung .CV Diponegoro
Lapidus,Ira M.2000. Sejarah Sosial Umat Islam. jakarta :Raja Grafindo Persada
Nasution,Harun.1992.Ensiklopedi Islam Indoensia.Jakarta: PT Djambatan
Syalabi,Ahmad.1987.Sejarah Kebudayaan Islam.Jakarta:Pustaka Al-Husna
Syed mahmuddunnasir.1994.Islam: Konsepsi dan Sejarahnya.Penerjemah:Drs Dadang Affandi .Bandung: Remaja Rosdakarya Ofset.
al-Usairy,Ahmad.2003. Sejarah Islam: Sejak Zaman nabi Muhammad hingga Abad XX Penerjemah; H.Samson rahman .jakarta: Akbar Media Sarana .
Yatim badri.1993. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Jakarta: raja Grafindo Persada.


 
Copyright © 2014 Serba Serbi Shared By by Themes24x7.