Laman

Rabu, 01 Mei 2013

Kerajaan Samudra Pasai

    Kerajaan Samudra Pasai didirikan pada abad ke - 11 M oleh Meurah Khair . Kerajaan ini terletak dipesisir timur laut Aceh. Dalam catatan sejarah, kerajaan ini merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Penguasa kerajaan Samudra Pasai terdiri atas dua dinasti.

  1. Dinasti Meurah Khair  .Pendiri dua kerajaan  Samudra Pasai adalah Meurah Khair. Ia bergelar Maharaja Mahmud Syah (1042-1078 ). Pengganti Meurah Khair adalah Maharaja Mansyur Syah yang berkuasa dari tahun 1078-1133 M. Pengganti Maharaja Mansyur Syah yang berkuasa adalah Maharaja Giyasuddin Syah. ia berkuasa dari tahun 1133-1155 M. Raja kerajaan Samudra Pasai berikutnya adalah Meurah Noe yang bergelar Maharaja Nuruddin. Ia berkuasa dari tahun 1155-1210. Raja ni dikenal juga dengan sebutan tengku Samudra atau Sultan Nazimuddin al Kamil . Sultan ini sebenarnya berasal dari Mesir yang ditugaskan sebagai laksamana untuk merebut pelabuhan di Gujarat. Raja ini tidak memiliki keturunan sehingga pada saat ini wafat. kerajaan Samudra Pasai di landa kekacauan karena perebutan kekuasaan.
  2. Diansti Meurah Silu .Meurah Silu  bergelar Sultan Malik as Sahaleh    ( 1285-1297 M ) . Meurah Silu adalah keturunan Raja Perlak ( sekarang Malaysia ) yang mendirikan dinasti  kedua di kerajaan Samudra Pasai. Sistim pemerintahan kerajaan dan angkatan perang laut serta sudah terstruktur rapi. Kerajaan mengalami kemakmuran terutama setelah pelabuhan Pasai dibuka.
Raja-raja yang memerintah Kerajaan Samudra Pasai :
  1. Sultan Malik as - Saleh                               1285-1297 M
  2. Sultan Muhammad Malik Zahir                   1297-1326 M
  3. Sultan Mahmud Malik Zahir                        1326-1345 M
  4. Sultan Mansur Malik Zahir                          1345-1346 M
  5. Sultan Ahmad Malik Zahir                           1346-1383 M
  6. Sultan Zainal Abidin                                     1383-1403 M
Pada masa pemerintahan Sultan Zainal Abidin ( 1383 - 1405 M )  kekuasaan kerajaan meliputi daerah : Kedah di Semenanjung Malaya. ( buktinya terdapat  pada sebuah batu nisan di Menyetuju pasai. kedah ).
Sultan Zainal Abidin sangat aktif menyebarkan pengaruh Islam ke Pulau Jawa dan Sulawesi  dengan mengirim ahli-ahli dakwah seperti Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishak.
   Kehidupan perekonomian Samudra  Pasai didasarkan pada perdagangan nasional  dan internasional. Letak kerajaan yang sangat strategis di Selat Malaka menyebabkan pelabuhan Samudra Pasai ramai dikunjungi pedagang. Pada perkembangannya . Kerajaan Samudra Pasai bahkan menyaingi kebesaran  Kerajaan Sriwijaya yang saat ini mengalami  kemunduran.
     Bukti kemakmuran Kerajaan Samudra Pasai adalah adanya cerita dari Tome Pires, seorang Pelancong Portugis. Pires menyatakan bahwa pada saat itu di Samudra Pasai.terdapat mata uang Drama ( dirham ) yang bentuknya kecil. ia juga menyatakan bahwa setiap kapal yang membawa barang dari barat dikenai pajak 6 %.
  Perkembangan kerajaan Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam yang besar ditunjang dengan diberlakukannnya hukum atau Syari;ah islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. kehidupan masyarakat selain bernapaskan Islam juga memperlihatkan kemiripan dengan perkembangan masyarakat Timur Tengah yang berdagang di samudra Pasai menularkan cara hidup khas Timur Tengah.
      walupun kkehidupan sosial masyarakat Samudra Pasai diwarnai oleh ajaran Islam , tetapi tidak banyak ditemukan peninggalan budaya Islam. kalaupun ada peninggalan tersebut bukan berasal dari Kerajaan samudra pasai sendiri. Silsilah raja-raja Pasai misalnya, ditemukan pada Silsilah Tawarikh raja Aceh atau batu nisan Ratu Pasai dari Gujarat.



H. Darsono. T Ibrahim     Tonggak Sejarah Islam  3
readmore »»  

Jumat, 19 April 2013

Islam Masuk Indonesia


A. Proses Masuknya Agama Islam ke Indonesia
Masuknya agama islam di Indonesia terdapat dua pendapat : 
pendapat pertama , kedatangan agama Islam terjadi pada abad pertama Hijriah atau sekitar abad ke -7 M. didukung bukti-bukti :
1.  Catatan Sejarah Kerajaan Cina
      Menurut catatn iini pada zaman dinasti Tang terdapat orang -orang Tashih untuk menyerang Kerajaan Holing yang diperintahkan oleh Ratu Sima ( 674 M ). Namun rencana tersebut kemudian dibatalkan karena kuatnya pemerintah Ratu Sima . Sebutan Ta-Shih dalam berita itu ditafsirkan sebagai orang-orang arab 

2.   Berita Chou Ku- Fei ( 1178 M ).
     Menurut berita ini, didaerah Indonesia saat itu terdapat dua temmpat yang menjadi komunitas orang     Ta-Shih , yaitu Fo-Lo-On dan Sumatra Selatan. Wilayah ini merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwiajya. Fo-lo-on sekarang lebih dikenal sebagai Kuala Brag,Trengganu,Malaysia.

3.   Berita Jepang ( 784 M )
    Berita ini menceritakan perjalana Pendeta Kanshin ke Indoensia . dalam berita  tersebut dikemukakan bahwa pada masa itu di Kanton terdapat  kapal-kapal Po-sse dan Ta-Shih K-uo . Oleh para ahli , istilah   Po-sse ditafsirkan sebagai bangsa melayu, sedangkan Ta-Shih ditafsirkan sebagai orang-orang Arab dan  Persia.

Pendapat Kedua :
Agama Islam Masuk ke Indonesia pada abad ke 13. pendapat ini didasarkan pada munculnya Kerajaan Samudra Pasai yang bercorak Islam, pada bada 13 M. Pendapat ini diperkuat oleh bukti-bukti sebagai berikut :
1.    Catatan Perjalanan Marcopolo ( 1292 M )
Catatan ini mengisahkan perjalanan Marcopolo ke Sumatra bagian Utara. Pada saat itu , Marcopolo sempat singgah ke Kerajaan Islam Samudra Pasai dalam pelayarannya kembali ke Eropa dari Cina.

2.    Berita Ibnu  Batutah
      Pendapat kedua juga didukung oleh berita Ibnu Batutah pada abad ke 13  serta batu nisan Sultan Malik as Shaleh ditemukan di Sumatra Utara tahun 676 H ( 1297 M ) . Sultan Malik as Shaleh dikenal sebagai pengajar tasawuf yang kemudian  menjadi raja di Kerajaan Samudra Pasai.

     Berbagai pendapat diatas memberi gambaran bahwa proses masuknya agama Islam ke Indonesia tidak dilakukan secara bersamaan untuk tiap daerah. Namun demikian, para ahli sependapat bahwa pengaruh Islam pertama kali muncul di Pulau Sumatra. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan di pulau ini sebagai sebuah kerajaan Islam.
      Golongan pembawa agam Islam di Indonesia adalah kaum Pedagang. Selain sebagai  kewajiban seorang muslim, penyebaran agama melalui perdagangan.

B. Cara Masuknya Islam ke Indonesia
1.  Perdagangan
Masuknya Islam ke Indoensia melalui perdagangan terjadi tahap awal, yaitu sejalan dengan ramainya lalulintas perdagangan laut pada abad ke 7 M hingga abad ke 16 M. Pada masa itu perdagangan muslim yang berdagang ke Indoensia makin  banyak sehingga akhirnya membentuk pemukiman yang disebut Pekojan . dari tempat ini ,  mereka berinteraksi dan berasimilasi dengan  masyarakat asli seraya  menyebarkan agama Islam.

2.  Perkawinan
Para pedagang Islam yang datang ke Indoensia banyak yang menikah dengan wanita pribumi. Sebelum perkawinan berlangsung ,wanita-wanita pribumi yang  beragama Islam diminta mengucapkan Syahadat sebagai tanda menerima Islam sebagai agamnya. Melaui proses seperti ini,kelompok mereka makin besar dan lambat laun berkembang dari komunitas kecil  menjadi  kerajaan Islam.

3. Pendidikan
 Penyebaran Islam melalui pendidikan dilakuikan melalui pesantren-pesantren. Beberapa pesantren yang dikenal adalah : Pesantren Ampel Denta,milik sunan Ampel ( Radden Rahmad ) dan Pesantren Sunan Giri milik sunan Giri , yang kebanyakan muridnya berasal dari Maluku. Di samping mengajar di Pesantren-pesantren, para kia juga sering kali menjadi penasehat para raja atau bangsawan.

4. Tasawuf
 Tasawuf adalah ajaran atau cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Tasawuf lebih memudahkan orang yang telah mempunyai dasar ketuhanan lain untuk mengerti dan menerima ajaran Islam. Ajaran tasawuf banyak dijumpai dalam cerita-cerita babad dan hikayat masyarakat setempat. Beberapa tokoh penyebar ajaran Tasawuf yang dikenal adalah Hamzah Fansuri, Syamsudin ,Syekh Abdul Shamad dan Nuruddin ar Raniri

5. Kesenian
Penyebaran Islam di Indonesia terlihat pula dalam kesenian Islam. Seperti Peninggalan seni Bangunan, seni pahat, seni musik, dan seni sastra. Hasil seni ini dapat pula dilihat pada bangunan masjid-masjid kuno Demak, Cirebon,Banten dan Aceh

C. Perkembangan Islam di Indonesia
        Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia tidak terlepas dan peran para pedagang ,Khususnya para pedagang Islam dari Gujarat dan Persia.  Kerjaan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Saat itu, Pasai  menjadi pusat perdagangan yang  banyak disinggahi para pedagang dari  berbagai negara. Namun , peranan Pasai kemudian menurun setelah berkembangnya pelabuhan Malaka di Semanjung Malaya. Pada Abad ke 14 , Malaka telah tumbuh menjadi perdagangan yang banyak disinggahi para pedagang terbesar di Asia Tenggara .
Perkembangan Islam di Pulau Jawa relatif cepat dengan semakin lemahnya Kerajaan Majapahit . Komunitas Islam di jawa kemudian mendirikan Kerajaan Islam Pertama di Pulai jawa, Yakni Kerajaan Demak.  Kerajaan Demak tumbuh pusat penyebaran agama islam di daerah di Indonesia , seperti ke Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.
        Ada beberapa faktor yang menyebabkan agama Islam dapat berkembang dengan cepat di Indonesia. Diantaranya :
  1. Syarat untuk masuk agama Islam sangat lah mudah . Seseorang hanya butuh mengucapkan kalimat syahadat untuk bisa secara resmi menganut agama Islam.
  2. Agama Islam tidak mengenal sistim pembagian masyarakat berdasarkan kasta. Dalam hal ajaran agama Islam tidak dikenal adanya perbedaan golongan
  3. Penyebaran agama Islam dilakukan dengan jalan relatif Damai  ( tanpa melalui kekerasan )
  4. Sifat bangsa Indonesia yang sangat ramah .
  5. Upacara keagamaan dalam Islam lebih sederhana.
Faktor-faktor diatas didukung pula dengan semangat para penganut Islam untuk menyebarkan agama yang telah dianutnya,
Perkembangan Islam dibeberapa wilayah di Indonesia sekitar abad ke -12 hingga abad - 16 adalah sebagai berikut :
  1. Pulau Sumatra. Pada abad 7 M daerah Sumatra  bagian utara adalah pusat perdagangan rempah-rempah didaerah tersebut . Letak pelabuhan yang berada diujung utara pulau Sumatra , menyebabkan daerah ini menjadi tempat yang strategis untuk menunggu datangnya angin musim dari Timur Laut yang menuju arah Barat. Dalam selang waktu tersebut , para pedagang Arab kemudian ikut menyebarkan agama Islam.
  2. Pulau Jawa. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa diperkirakan berasal dari Malaka. Namun ,kapan tepatnya tidak diketahui dengan pasti. Bukti tertua tentang agama Islam di pulau Jawa berasal dari batu Nisan Fatimah binti Maimun di Leran Gresik , yang berangka tahun 1082 M.Adanya Komunitas orang Arab yang hidup di Sumatra awal abad ke-12 M, belum tentu berarti telah berlangsung islamisasi. Setelah abad 13 , bukti islamisasi banyak ditemukan di Pulau Jawa . Hal ini  dapat dilihat dari penemuan  beberapa batu nisan bercorak Islam di Troloyo,Trowulan,dan Gresik. Dalam berita Ma- huan (1416 ) , terdapat keterangan tentang adanya orang-orang muslim yang tinggal di kota pelabuhan Gresik . Hal ini membuktikan bahwa Komunitas muslim mulai berkembang baik di Jawa Timur ,terutama di Kota-kota pelabuhan.   Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami masa kemunduran , diawal abad ke -15 , kota-kota pelabuhan seperti Tuban dan Gresik sebagai pusat penyebaran agama Islam.  Kota pelabuhan lainya , seperti Demak juga berkembang menjadi daerah penyebaran agama Islam , menyebar ke daerah pesisir utara Jawa Barat yang merupakan daerah perdagangan yang sangat ramai. Kota pelabuhan di Jawa Barat seperti Cirebon,Sunda Kelapa,dan Banten yang  sangat potensial sebagai daerah pemasaran hasil bumi. Dalam pemerintahan ,pengaruh nya terlihat pada penggunaan gelar Sultan dan panatagama bagi raja. Raja juga berperan mengatur dan melindungi agama.
  3. Pulau Kalimnatan , Maluku, dan Sulawesi. Penyebaran agama Islam di Pulau Kalimantan dapat diketahui dari Hikayat Banjar milik kerajaan Banjar. Islamisasi dilatar belakangi oleh adanya kepentingan politik . Kerajaan Demak dalam konflik antara Kerajaan Banjar dan Kerajaan Daha.  Sementara itu Penyebaran agama Islam di Maluku dan Sulawesi berjalan dengan Damai . Proses ini tidak dapat dipisahlkan dari terjalinnya jalur hubungan dan pelayaran Internasional Malaka- Jawa - Maluku. Pengaruh agama Islam diperkirakan  masuk ke Maluku pada Abad ke -14 M. Adapun Sulawesi bagian selatan  , agama Islam diperkirakan masuk pada abad 16 M.
H. Darsono T.Ibrahim . Tonggak Sejarah Islam 3





   



readmore »»  

Rabu, 05 Desember 2012

Kondisi Sosial Masa Dinasti Abbasiyah

      Pada masa dinasti Abbasiyah , kelas kaum muslim Arab yang tinggal di Suriah menempati tingkatan yang tinggi. Hal itu menimbulkan kecemburuan masyarakat Islam lainya. Akhirnya, hal itu menjadi penyebab utama runtuhnya Dinasti Umayah. kekecewaan yang terus menerus membuat mereka membrontak.
      Berdirinya Dinasti Abbasiyah tidak terlepas dari bantuan masyarakat muslim lainya . Kaum muslim Arab yang mendukung Dinasti Abbasiyah terdiri dari penduduk Mekkah, Madinah, Irak dan kum Syi'ah ( keturunan Ali ). Dinasti Abbasiyah berhasil mendapatkan dukungan tersebut dengan seruan  sebagai sesama kaum yang tertindas dan sesama keturunan Hasyim. Dukungan kaum muslim non arab yang terbesar datang dari orang-orang Persia. Mereka merasa hak-haknya sebagai warga negara terabaikan . Dukungan-dukungan tersebut membuat dinasti Abbasiyah memiliki kekuatan yang besar hingga mampu menumbangkan Dinasti Umayah.
    Oleh karena itu pada masa Dinasti Abbasiyah yang hak-hak mereka disamakan bahkan dalam beberapa periode,masyarakat muslim non arab memegang peranan yang sangat penting dalam pemerintahan. Beberapa golongan non arab yang mempunyai peranan penting dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah adalah keluarga Barmak,Dinasti Buwaihi dan Dinasti Saljuk.
    Keluarga Barmak adalah keluarga bangsawan terpandang asal Balk, Persia. Khalid Bin Barmak adalah orang pertama dari keluarga Barmak yang membina hubungan dengan para Khalifah Dinasti Abbasiyah. mereka ikut berjuang dalam gerakan Abbasiyah dan ikut berperan besar dalam proses berdirinya Dinasti ini. Khalid bin Barmak berjasa dalam usaha pembrontakan di Mesopotamia. untuk beberapa saat lamanya, ia menjadi gubernur disana.
    Ketika Khalifah Abu ja'far al Mansur memunculkan jabatan wazir, keluarga Barmak mendapat kepercayaaan  memegang jabatan ini hingga hampir 5 tahun lamanya.Khalid bin Barmak menjabat sebagai wazir pertama. jabatan itu kemudian dipegang oleh anaknya , Yahya bin Khalid . Kedudukan  itu kemudian diwariskan lagi kepada anaknya, Ja'far bin Yahya. Adapun anaknya yang lain ,Fadl bin Yahya , menjadui gubernur Persia Barat dan Khurasan.
    Golongan lain yang berpengaruh pada masa Dinasti Abbasiyah adalah Dinasti Buwaihiyah. Mereka berasal dari golongan Syi'ah dan memegang peranan penting selama hampir satu abad (945-1055 M ). Pada masa tersebut, Khalifah hanya dianggap sebagai simbol, sedangkan kekuasaan dipegang oleh dinasti Buwaihiyah.
     Dinasti Buwaihiyah merupakan putra-putra Buwaih yang berasal dari suku Dailami yang menempati daerah pegunungan di sebelah Barat daya laut Kaspia. Mereka terdiri dari Ali bin Buwaih yang  berkuasa di Isfahan, hasan bin Buwaih yang berkuasa di Ray dan Jabal dan ahmad Buwaih yang berkuasa di al Ahwaz dan Khuziztan,mereka juga menagkui kedudukan khlaifah Dinasti Abbasiyah.
    Keberadaan Dinasti Saljuk dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah hampir sama dengan Dinasti Biwaihiyah. Mereka menjadi penguasa yang sesungguhnya, sementara khalifah Dinasti Abbasiyah  hanya menjadi simbol di Istana Bagdad. Berbeda dengan Dinasti Buwaihiyah yang beraliran  Syiah  , Dinasti Saljuk adalah golongan Islam Sunni,sama dengan Dinasti Abbasiyah. Interaksi bangsa Arab dengan bangsa-bangsa non Arab itu memberikan Khazanah baru dalam bidang sosial budaya . Selama pemerintahan Dinasti Abbasiyah tidak ada perbedaan kelas antara penduduk Arab non Arab . Dengan demikian mereka mampu memberikan sumbangan yang penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.



readmore »»