Senin, 07 April 2014

Kerajaan Mataram

By Muhtar | At Senin, April 07, 2014 | Label : | 0 Comments
   Pendiri Kerjaan Mataram adalah Sutawijaya. ia memerintah dari tahun 1575-1601 M. Penguasa Kerajaan
Sutawijaya
Islam selanjutnya adalah Masjolang atau Panembahan Sedo Krapyak. Ia memerintah dari tahun 1601-1613 M. Pada masa pemerintahannya. Kerajaan Mataram terus menaklukkan daerah-daerah pantai dan sekitarnya. Akan tetapi , ia gugur dalam usaha menyatukan Kerajaan Mataram. Ia dimakamkan di Daerah Krapyak Yogyakarta.
    Raja Mataram Islam berkutnya adaah Sultan Agung Hanyokrokusumo. Ia memerintah dari tahun 1612-1645. Ia merupakan raja terbesar Kerajaan Mataram yang mempunyai cita-cita menyatukan Pulau Jawa . Raja-raja Pantai yang ingin melepaskan diri berhasil ditundukkan. Akan tetapi semangat bahari Kerajaan Mataram yang dulu begitu besar , pada masa Sultan Agung ini makin lemah sehingga pelayaran dan perdagangan menjadi mundur. Pada tahun 1628 dan 1629. Sultan Agung ingin menguasai Batavia. Ia mengirim pasukan yang dipimpin oleh Baureksa dan dibantu oleh adipati Ukur serta Suro Agul-Agul. Namun usaha iini gagal. Sultan Agung wafat tahun 1645 di makamkan di Imogiri.
    Sultan Agung digantikan oleh putranya bergelar Amangkurat I. ia memerintah dari tahun 1645-1677 M. Pada masa pemerintahannya , Kerajaan Mataram menjalin hubungan dengan Belanda. Orang orang Belanda
Amangkurat I
diperkenankan membangun benteng di Kerajaan Mataram.
    Namun . pendirian Benteng dan tindakan sewenang-wenang Belanda akhirnya menyulutkan rasa tidak puas dari beberapa kalangan di Kerajaan Mataram terhadap pemerintahan Amangkurat I. Diantaranya diantaranya Pangeran Trunajaya dari Madura. Dengan dibantu para bupati di daerah pesisir pantai. Pangeran Trunajaya mengadakan pembrontakan. Dalam peperangan di Ibu Kota Kerajaan Mataram, Amangkurat I menderita luka-luka. Ia dilarikan Tegalwangi dan meninggal disana, Pebrontakan dpat dipadamkan oleh Belanda.
    Raja Amangkurat I digantikan oleh Amangkurat II. Ia memerintah tahun 1677-1703 M. pada masa pemerintahannya , Belanda menguasai hampir sebagian besar wilayah kerajaan Mataram. Amangkurat II sendiiri menyingkir ke daerah pedesaan dan mendirikan ibu kota Kerjaan Mataram baru di desa Wonokerto yang diberinama Kartosuro. Amangkurat II meninggal tahun 1703.
Setelah wafatnya amangkurat II , berdasarkan Perjanjian Giyanti,Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua daerah Kesultanan Yogyakarta atau Ngayogyaokarta dan Kasusuhunan Surakarta. Kasultanan Yogyakarta diperintah oleh Raja Mangkubumi yang bergelar Hamengkubuwono I. Sedangkan Kasusuhunan Surakarta diperintah oleh Susuhan Pakubuwono III
   pada tahun 1757 , berdasrkan Perjanjian Salatiga, Kerajaan Mataram dipecah lagi menjadi tiga yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasultanan Surakarta dan  Mangkunegaran. Daerah Mangkunegaran diperintah oleh  mas Said yang bergelar pangeran Adipati Arya Mangkunegaran. Pada tahun 1813 Kasulatanan Yogyakarta dibagi menjadi dua kerajaan yaitu kasultanan Yogyakarta dan Kerajaan Pakualaman. Kerajaan Pakualaman  diperintah oleh Pakualam yang semula adalah adipati Kasultanan Yogyakarta. Dengan demikian Kerajaan Mataram akhirnya terbagi menjadi empat kerajaan kecil , yaitu Kasultanan Yogyakarta, kasultanan Surakarta,Kerajaan Mangkunegaran dan Kerajaan Pakualaman.
Grebeg Syawal
Pada zaman kerajaan Mataram ini, tumbuh pula kebudayaan Kejawen yang merupakan akulturasi Jawa   asli, Hindu,Budha dan Islam. Upacara Grebeg, misalnya adalah upacara pemujaan roh nenek moyang berupa kenduri gunungan yang merpakan tradisi sejak zaman kerajaan Majapahit. Perayaan ini biasanya jatuh pada hari besar Islam,sehingga timbul istilah
Grebeg Syawal pada hari raya Idul Fitri dan Grebeg Maulid pada bula Rabiul Awal.
Grebeg Maulid



H. Darsono. T Ibrahim     Tonggak Sejarah Islam  3

Senin, 31 Maret 2014

Kerajan Banten

By Muhtar | At Senin, Maret 31, 2014 | Label : | 0 Comments
   Kerajaan Banten meliputi wilayah sebelah barat pantai Jawa sampai ke Lampung . Daerah ini sebelumnya merupakan daerah tetangga Kerajaan Pajajaran yang dalam Carita Parahyangan dikenal dengan nama Wahanten Girang .Peletak Dasar kerajaan Banten adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Pada tahun 1526 M , Syarif Hidayatullah menguasai bagian barat pantai jawa tersebut untuk menundukkan Kerajaan Pajajaran. Daerah Kerajaan Banten menjadi Batu Loncatan menguasai Pajajaran.
    Kerajaan banten dijadikan sebagai basis penyerangan Kerajaan Demak dan Cirebon untuk menguasai Kerajaan Pajajaran dan Pelabuhan Sunda kelapa. Penyerangan ke Kerajaan Pajajaran dilakukan karena penolakan Kerajaan Pajajaran atas usaha penyebaran agama Islam. Selain itu, Kerjaan Pajajaran juga menolak mengakui kekuasaan Kerajaan Demak atas Pajajaran.
   Meskipun pelabuhan Sunda Kelapa berhasil dikuasai pada tahun 1527 namun Kerajaan Banten masih tetap menjadi daerah kekuasaan Kerjaan Demak. Ketika Sultan Hadiwijaya  Berkuasa di Demak , Kerajaan Banten Baru menjadi kesultanan yang merdeka dari kerjaan Demak. Raja pertamanya adalah Putra Syarif Hidayatullah, Maulana Hasanudin.
   Pada masa pemerintahannya ( 1552-1570 ) , penyiaran agama Islam dan hubungan perdagangan berkembang luas. Penguasaan Kerajaan Banten atas Lampung dan selat Sunda sangat penting bagi kegiatan perdangan Banten. Dari kegiaan perdagangan ini kerajaan baten dan mendapat pajak lintas perairan. hasanudin juga menjalin persahabatan yang erat dengan Kerajaan Indrapura di Sumatra. Hubungan diplomatik ini diperkuat melalui pernikahan politik antara Hasanudiin dengan putri raja Indrapura.
   Penguasa Kerajaan Banten selanjutnya adalah Maulana Yusuf. Ia memimpin Kerajaan Banten dari tahun
Maulana Yusuf
1570-1580 M. selama sembilan tahun dibawah pimpinan Maulana Yusuf. Kerajaan Banten berusaha menaklukkan Pakuan,ibu kota Kerajaan Pajajaran. Daerah kekuasaan Kerajaan  Pajajaran lainya telah berhasil diduduki kecuali Pakuan. Baru pada tahun  1579, Banten berhasil menaklukkan Pakuan. Para Bangsawan Kerajaan Pajaran yang bersedia masuk Islam dapat mempertahankan jabatan dan gelarnya.
Setelah Maulana Yusuf wafat tahun 1580, tahta Kerajaan Banten dipegang oleh Maulana Muhammad, putranya yang masih berumur 9 tahun. karena masih muda, kkekuasaan pemerintahan dijalankan oleh sebuah badan perwakilan yang terdiri dari Kali ( Jaksa Agung ) dan empat mentri. Badan perwalian berkuasa sampai Maulana Muhammad cukup umur untuk memerintah.
    Pada tahun 1589. Banten melancarkan serangan terhadap Kerajaan Palembang, dipimpin langsung oleh Maulana Muhammad. Penyerangan ini bertujuan untuk melancarkan perdagangan hasil bumi dan rempah-rempah dari Sumatra. Sayangnya, penyerbuan ini tidak berhasil dan Maulana Muhammad Gugur.
    Gugurnya Maulan Muhammad menyebabkan kosongnya tahta kerajaan Banten. Adapun putra Maulana Muhammad yang bernama Abu Mufakhir masih bersuia 5 bulan. Pemerintahan Banten sementara dijalankan badan perwalian yang diketuai oleh Jayanegara ( Wali Kerajaan ) dan Nyai Emban Rangkung ( pengasuh pangeran ). Pada masa inilah armada dagang Belanda pertama kali tiba di Kerajaan Banten yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman.
    Abu Mufakhir baru resmi menjalankan kekuasaan pada tahun 1596. Tahun1638 ,Khalifah Mekah memberikan gelar Sultan pada Abu  Mufakhir . Abu Mufakhir wafat th 1651 . Putranya meneruskan pemerinatahan Bnaten dengan gelar Sultan Abu Mu'ali Ahmad Rahmatullah, tetapi tidak lama kemudian ia wafat.
Raja Banten berikutnya adalah Sultan Agung Tirtayasa. dibawah pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa , 
Kerajaan Banten berhasil mencapai kejayaan . Sultan Agung Tirtayasa berusaha mengusir kekuasaan armada dagang belanda ( VOC ) dari kerajaan Banten , tetapi usahanya gagal.
Menyadari kekuatan militer Kerajaan Banten yang tidak seimbang dengan Belanda, Sultan Agung Tirtayasa menghentikan taktik konfrontasi langsung sebagai gantinya , ia memerintahkan perampokan dan perusakan perkebunan tebu Belanda serta berusaha menyaingi perdagangan Belanda. Th 1671 Sultan Agung Tirtayasa mengangkat putra mahkotanya , Sultan Abdul Kahar atau Sultan Haji sebagai Raja Muda. Pemerintahan sehari- hari dijalankan oleh Sultan Haji, sementara Sultan Agung Tirtayasa tetap mengawasi .
Ternyata Sultan Haji selama memerintah bersahabat dengan Belanda ( VOC ) . VOC memanfaatkan kesempatan ini mempengaruhi kebijakan pemerintahan Sultan Haji. Sultan Agung Tirtayasa tidak menyetujui hubungannya dengan belanda dan berniat mencabut kembali mandat kekuasaannya. Sultan Haji dengan dukungan Belanda tetap mempertahankan tahta kerajaan Banten sehingga timbul persengketaann dan perang saudara. Akibat pengkianatan ini , pada tahun 1683 Sultan Agung Tirtayasa berhasil ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda di Batavia. Sultan Agung Tirtayasa wafat th 1692 dan kerajaan Banten menjadi boneka dibawah kendali Belanda.
Kehidupan perekonomian Kerajaan Banten berpusat pada perdagangan, pertanian dan perkebunan. Tanah
Jawa yang subur menjamin hasil pertanian berupa padi yang melimpah.
Letak Banten sangat strategis karena terbentang dari Jawa Barat sampai Lampung. Banten secara otomatis menguasai jalur perdagangan Selat Sunda. Pelabuhan Banten menjadi tempat transit alternatif yang ramai setelah pelabuhan Malaka dikuasai Portugis. Jalur perdagangan melaui Selat Sunda menjadi sangat ramai . Terutama karena kerjaan Banten menerapkan sistim perdagangan bebas. Perlahan -lahan perdagangan monopoli Portugis di Kerajaan Malaka menjadi sepi.
Ramainya pelabuhan Banten dan Sunda Kelapa menyebabkan tumbuhnya banyak perkampungan dari suku dan bangsa luar Pulau Jawa. Perkembangan perkampungan ini hidup sesuai dengan tradisi penduduk yang mendiaminya . Selain berdasarkan etnis, profesi tertentu juga umbuh di kerajaann Banten. Perkampungan di Banten menerapkan ajaran adat berdasarkan ajaran Islam. Penduduk kerajaan Pajajaran tidak mau menganut Islam mengasingkan diri ke pedalaman Jawa Barat . Mereka di sebut Suku Baduy. Merka menerapkan sistim kepercayaan yang disebut Pasundan Kawitan. atau Pasundan pertama adalah perpaduan agama Hindu dengan kepercayaan tradisional Suku Sunda.
Dengan Banyaknya perkampungan asing di Kerajaan Banten, agama Islam bukanlah satu-satunya pengaruh
Masjid Agung Banten
yang memperkaya kehidupan masyarakat kerjaan Bnaten. Sayangnya peninggalann budya dari Kerajaan Banten tidak banyak ditemukan.
Namun demikian pengaruh Islam dalam seni bangunan Banten dapat dilihat pada Bangunan Masjid Agung Banten dan komplek Makam Raja-raja Banten di Kenari.




H. Darosno. T Ibrahim. Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam 3


Selasa, 03 Desember 2013

Kerajaan Demak

By Muhtar | At Selasa, Desember 03, 2013 | Label : | 0 Comments
Raja pertama kerajaan Demak adalah Raden Patah.Ia memerintah tahun 1500-1518 M.Pada masa pemerintahannya, agama Islam berkembang pesat, hal ini dimungkinkan karena gencarnya kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para wali dan bantuan dari daerah-daerah pesisir seperti Tuban dan Cirebon. Raden Patah bergelar Senopati Ngabdurrohman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.Pengangkatannya dipimpin langsung oleh Sunan Ampel Denta dan didukung oleh wali lainya. Wilayah Kerajaan Demak meliputi daerah Jepara, Tuban,Sedayu,Palembang, Jambi dan beberapa di daerah Kalimantan. Pada masa pemerintahannya juga dibangun Masjid Agung Demak yang dibantu oleh para wali dan sunan sahabat Demak.
Pada waktu Kerajaan Malaka jatuh ke tangan Portugis. Raden Patah berkewajiban membantu dengan mengirim putranya Pati Unus namun gagal. raden Patah meninggal tahun 1518 dan digantikan putranya Pati Unus. namun Pati Unus memerintah tidak lebih dari tiga tahun, yaitu meninggal tahun 1522 dan digantikan saudaranya. Sultan Trenggono dan menjadi Sultan terbesar Kerajaan Demak . Sultan Trenggono dilantik oleh Sunan Gunung Jati dengan gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin.
Masjid Demak
Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono wafat, kerajaan Demak mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan antar sunan Prawoto dan Aryo Penangsang. Aryo Penangsang adalah Bupati Jipang ( sekarang Bojonegoro ) , yang merasa lebih berhak atas tahta Demak . Arya Penangsang berhasil membunuh Sunan Prawoto dan juga adiknya Pangeran hadiri.Usaha Arya Penagsang dihalangi oleh Jaka Tingkir, menantu Sultan Trenggono, Jaka Tingkir mendapat dukungan tertua Demak, yaitu Ki Gede Pemanahan dan Ki Penjawi. Dalam pertempuran Arya Penagsang terbunuh oleh Jaka Tingkir sehingga tahta kerajaan jatuh ke Tangan jaka Tingkir.
Jaka Tingkir menjadi raja bergelar Sultan Hadiwijaya. Ia memindahkan pusat kerajaan Demak ke Daerah Pajang dan menyerahkan pusaka-pusaka ke kerajaan Pajang sebagai lambang keturunan langsung kerajaan Demak. Sebagai rasa terimakasih kepada Ki Gede Pemanahan, Sultan Hadiwijaya memberikan sebuah
perdikan ( otonomi ) yang disebut Mataram dan menjadikan penguasaannya dengan gelar Ki Gede Mataram.
Sultan Hadiwijaya memperluas nya hingga ke Blora, Kediri dan Madiun. ia wafat pada tahun 1587 M. Penggantinya bukanlah putranya Pangeran Benawa melainka putra Sunan Prawoto ,Aria Pangiri.Pangeran Benawa yang diangkat sebagai penguasa Jipang. Tidak puas dan  meminta bantuan Sutawijaya,putra Ki Ageng Mataram untuk merebut tahta kerajaan Pajang. Pada Tahun 1588, Sutawijaya dan Pangeran Benawa berhasil merebut Pajang dan menyerahkan secara simbolis hak kuasanya kepada Sutawijaya sehingga Pajang menjadi Bagian kekuasaan Kerajaan Mataram.
Basis perekonoman Kerajaan Demak dari pertanian yang menghasilkan bahan pangan seperti beras. Basis perekonomian ini berkembang setelah memperluas wilayah dengan menaklukkan banyak pelabuhan penting di pantai utara Jawa seperti Jepara, Tuban, Sedayu dan Gresik. Usaha Demak untuk merebut Malaka dari Portugis pada tahun 1513 M mengalami kegagalan.
Islam berkembang cukup pesat. Salah satu peninggalan adalah Masjid Demak yang memiliki satu tiang utama dan disebut Soko Tatal serta tradisi sekaten yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk menarik masyarakat memeluk Islam.

Senin, 25 November 2013

Kerajaan Aceh Darussalam

By Muhtar | At Senin, November 25, 2013 | Label : | 0 Comments
      Munculnya Kerajaan Aceh Darussalam tidak lepas dari keberadaan Kerajaan Samudra Pasai . Sebagai pusat penyebaran agama Islam , berdirinya Kerajaan Samudra Pasai mengilhami berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1511 M. Kerajaan Aceh Darussalam berlokasi di Darah hulu Pulau Sumatra, atau ujung pantai Aceh yang disebut sebagai Aceh Besar.
   Sultan Ali Muhayat Syah, Setelah Ali Muhayat Syah wafat, tahta kerajaan Aceh Darussalam beralih pada putranya yang kemuudian bergelar Sultan Salahudin .Sayangnya keadaan pemerintahan kurang mendapat perhatian raja sehingga selama masa pemerintahannya Aceh Darussalam mengalami kemunduran drastis.
Istana Raja Darussalam
     Raja pertama Kerajaan Aceh Darussalam adalah
1.  Sultan Alaudin Ri'ayat Syah al Qahar ( 1537-1568 )
        Sultan Alauidin Ri'ayat Syah adalah saudara Sultan Salahudin. Ia merebut kekuasaan karena lemahnya    pemerintahan Sultan Kerajaan Aru. Usahanya untuk merebut Makasar dari portugis mengalami kegagalan.Salahuddin. Selama memerintah,Sultan Alaudin mengadakan perbaikan kondisi kerajaan dan perluasan wilayah, antara lain ke
Sultan Alaudin juga aktif menyebarkan pengaruh Islam dengan mengirim banyak ahli dakwah  ke Pulau Jawa . Salah satunya adalah Syarif  Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati . Ia adalah seorang ulama Aceh keturunan raja Samudra Pasai yang dikirim ke Gresik Jawa Timur.
Sunan Gunung Jati
Sayangnya , setelah Sultan Alaudin meninggal, Kerajaan Aceh Darussalam kembali mengalami kemunduran . Hal ini terjadi akibat pergolakan politik internal dan pembrontakan yang cukup lama.
2.  Sultan Iskandar Muda / Darma Wangsa Alam Syah ( 1607-1636)
 Selama masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda , Kerajaan Aceh Darussalam mengalami masa keemasan.Berhasil menyaingi monopoli perdagangan Portugis melalui jalur perdagangan alternatif. Wilayahnya sampai ke Semenanjung Malaya yang dikenal sebagai Malaysia.
Struktur pemerintahan Kerjaan Aceh Darussalam dibentuk oleh Sultan Iskadar Muda sendiri , yang terbagi menjadi dua wilayah. Pertama,kekuasaan oleh kaum bagsawan yang terbagi dalam daerah-daerah kehulubalang yang dikuasai oleh Uleebalang. Kedua, alim ulama. Namun setelah Sultan Iskandar  Muda wafat kerajaan Aceh Darussalam mulai mengalami kemunduran.
3.   Sultan Iskandar Muda
Menurut Iskandnar Muda yang bergelar Sultan Iskandar Sani, naik tahta pada tahun 1636 M. Pada masa itu, Sultan Iskandar Sani menerapkan kebijakan yang lunak sehingga menyebabkan daerah-daerah taklukan melepaskan diri satu persatu. Sultan Iskandar Sani wafat tahun 1641. Pemerintahan kerajaan dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda, Putri Sri Alam Permaisuri yang bergelar Sultanah Tajul ALam Safiudin Syah        ( 1641-1675 M). Sultanah adalah gelar untuk  ratu kerajaan Aceh Darussalam. Selama 59 tahun berikutnya kerajaan ini diperintah oleh para ratu. Terjadi perpecahan antar kelompok antara golongan ulama ( tengku ) dan golongan bangsawan ( teuku ) . Perpecahan ini dipacu oleh golongan bangsawan yang lebih dekat dengan kolonial Belanda.
   Pada masa pemerintahan Sulatn Islandar Muda,kaum wanita memiliki hak yang sama dalam berbagai hal termasuk pendidikan. Hal ini disempurnakan oleh pemerintah Sultanah Tajul Alam Safiudin Syah. Pada masa pemerintah Sulatan Sultan Iskandar Sani, terdapat dua orang sastrawan terkenal, yaitu Nurudin ar-Raniri dan Hamzah Fansuri. Kesusastraan Aceh Darussalam seperti Bustanussalatain dan Hikayat Putrou Gumbek Meuh.menunjukkan besarnya pengaruh agama Islam dalam sanjak khas Aceh Darussalam.

Minggu, 28 Juli 2013

Kerajaan Malaka

By Muhtar | At Minggu, Juli 28, 2013 | Label : | 3 Comments
    Kerajaan Malaka merupakan sebuah kerajaan Islam yang menguasai wilayah Semanjung Malaka dan Riau.
Raja-raja yang memerintah Kerajaan Malaka adalah sebagai berikut ;
  1. Iskandar Syah .Iskandar Syah merupakan raja pertama Kerajaan Malaka. Berdasarkan sumber sejarah yang ada. Iskandar Syah awalnya adalah seorang penguasa dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri setelah Majapahit kalah dalam Perang Paregreg. Nama asli Iskandar Syah adalah Paramisora. ia melarikan diri bersama pengikutnya ke Semanjung Malaya dan membangun kerajaan baru yang kemudian diberi nama Malaka.   Kerajaan Malaka merupakan kerajaan Islam kedua setelah kerajaan Samudra Pasai . Berkembangnya kegiatan perdagangan dan pelayaran di kerajaan Malaka banyak didukung para pedagang Islam dari Arab dan India. Kerajaan Malaka pun banyak mendapatkan pengaruh budaya Islam  dari kedua daerah ini. Namun Iskandar Syah sendiri merupakan nama Islam, yang diperoleh setelah ia memeluk agama islam. Pada periode kekuasaan Raja Iskandar Syah (1396-1414) , Kerajaan Malaka berkembang sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar yang disegani kerajaan lainya disekitarnya.
  2. Muhammad Iskandar Syah ( 1414- 1424 M ).  Ia Putra Iskandar Syah, Selama memerintah Malaka,Muhammad Iskandar Syah berhasil memajukan bidang perdagangan dan pelayaran . Ia juga berhasil menguasai jalur perdagangan di Kawasan Selat Malaka dengan taktik perkawinan
    putri
    raja Kerajaan Samudra Pasai dengan tujuan menundukkan Kerajaan Samudra Pasai secara Politis. Setelah mendapatkan kekuasaan politik Kerajaan Samudra Pasai . Ia menguasai wilayah perdagangan di sekitarnya. 
  3. Sultan Muzafar Syah. (1424-1458) . Ia menggantikan Muhammad Iskandar Syah setelah menyingkirkan  dari tahta Kerajaan Malaka melalui sebuah kemelut politik . Setelah menguasai tahta
    kerajaan ,Muzafar Syah mempergunakan gelar Sultan yang merupakan gelar raja-raja dalam kerajaan Islam.    Sumber sejarah tentang Muzafar syah menyebutkan bahwa pada masa kekuasaannya, Kerajaan Malaka mendapatkan serangan dari Kerajaan Siam. namun ,serangan ini berhasil digagalkan oleh Kerajaan Malaka. Keberhasilan menghadapi serangan Kerajaan Malaka sebagai penguasa jalur pelayaran Selat Malaka. pada kurun pemerintahannya, Sultan Muzafar Syah juga berhasil memperluas daerah Kekuasaannya hinggga ke Pahang ,Indragiri dan Kampar.
  4. Sultan Mansyur Syah. (1458-1477). Setelah Sultan Muzafar Syah wafat, ia digantikan oleh putrannya  Sultan Mansyur Syah. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka berhasil menguasai kerjaaan Siam sebagai bagian taktik memperluas wilayah kekuasaan dan mengukuhkan kebesarannya diantara kerajaan -kerajaan lain di sekitarnya.   Namun demikian, Sultan Mansyur Syah tidak menyerang Kerajaan Samudra Pasai yang merupakan kerajaan Islam. Hal ini  merupakan salah satu kebijakan politik Sultan Mansyur Syah untuk menjalin hubungan dengan kerjaan-kerajaan Islam yang ada disekitarnya. 
  5. Sultan Alaudin Syah( 1477-1488 M ).  Setelah Sultan Mansyur Syah wafat, ia digantikan oleh
    putranya bernama Sultan Alaudin Syah. Pada masa pemerintahannya perekonomian Kerajaan Malaka dalam kondisi cukup stabil. Arus perdagangan dan pelayaran di sekitar Pelabuhan Malaka masih cukup ramai. Sebagai pusat perdagangan di wilayah Asia tenggara, Kerajaan Malaka masih menduduki peran yang strategis.  Namun secara politis, selama masa pemerintahannya Sultan Alaudin Syah , Kerajaan malaka bisa dikatakan mengalami kemunduran. Banyak daerah taklukan Kerajaan Malaka yang melepaskan diri. Perang dan pembrontakan terjadi di banyak kerajaan dibawah kekuasaan Kerajaan Malaka
  6. Sultan Mahmud Syah .  Masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah,
    Kerajaan Malaka mengalami kemunduran baik secara Politik maupun EkonomiSecara Politik Kekuasaan Kerajaan Malaka hanya tinggal mencakup wilayah utama Semenanjung Malaka. daerah daerah lain telah memisahkan diri dan menjadi kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri. Dalam kondisi yang makin lemah. Pada tahun 1511 M, armada perang Bangsa Portugis yang dipimpin oleh Afonso d'Albuquerque akhirnya berhasil menguasai dan menaklukkan Kerajaan Malaka. Secara Ekonomi , peranan Malaka selanjutnya diambil alih oleh kerajaan Banten yang memiliki pelabuhan di tepi selat Sunda. Aktivitas perdagangan dan pelayaran berpindah ke Banten  karena Armada Portugis telah menguasai wilayah Kerajaan Malaka dan mengenakan pajak yang tinggi bagi setiap kapal yang melalui selat Malaka.  Kehidupan ekonomi Kerajaan Malaka sangat bertumpu pada perdagangan dan pelayaran. Kedua sektor ini berkembang karena pesat karena didukung oleh letak karajaan Malaka yang strategis .yaitu tepat di Selat Malaka . Untuk mendukung aktifitas perdagangan dan pelayaran, dibangun pelabuhan Malaka yang menjadi pintu kapal-kapal dagang asing menuju ke wilayah Indonesia.   Kerajaan Malaka merupakan kerajaan maritim  yang mengandalkan pemasukan negara  dari sektor kelautan. Wilayah strategis struktur masyarakat yang kebanyakan bekerja sebagai padagang dan nelayan menyebabkan sosial kemasyarakatan sangat berpengaruh oleh pola hidup maritim.  Dalam pola hidup seperti ini, pedagang dan nelayan Kerajaan Malaka memiliki status sosial dan ekonomi yang lebih tinggi dibanding petani. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat malaka menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar dan bahasa pergaulan . Kerajaan malaka sangat dipenrgaruhi oleh budaya Melayu  dan Budaya Islam . Hal ini wajar terutama karena dua alasan. 
  • Pertama: Letak Kerajaan Malaka berada di Semenanjung Malaya tempat asal rumpun bangsa Melayu. 
  • Kedua , Adanya pengarug agama Islam yang dibawa para pedagang Islam dan Gujarat dan Persia.
Dengan pengaruh dua budaya ini , Kerajaan Malaka memilki corak kebudayaan Egaliter ,terbuka, demokratis daan menghargai kebudayaan lain .Salah satu kisah kepahlawanan Laksamana Hongtuah. Laksamana Hong Tuah    merupakan Salah satu laksamana kerajaan Malaka yang begitu berjasa pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah. 
Adapun agama yang dianut sebagian besar rakyat Kerajaan Malaka adalah agama Islam bahkan dijadikan agam negara oleh pendiri Kerajaan, yaitu Iskandar Syah . Dalam kehidupan sehari-haru, penngaruh ajaran islam sangat menonjol dalam prilaku masyarakat Kerajaan Malaka.  


H. Darsono. T. Ibrahim
Tonggak Sejarak Kebudayaan Islam    3



Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. SKI - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz