BREAKING NEWS

Jumat, 28 November 2014

Wali Songo

    Di kalangan masyarakat Islam Jawa , banyak orang mempercayai bahwa wali yang menyebarkan Islam di Jawa berjumlah sembilan orang,sesuai dengan kata " songo " Sebenarnya jumlah mereka tidak tepat sembilam , tetapi lebih, Namun lebih dikenal adalah sembilan wali (Walisongo ).
Menurut penemuan K.H Bisyri Musthafa,sebagaimana diuraikan oleh K.H Saifudin Zuhri , susuhunan atau sinuhun artinya orang yang dijunjung tinggi. Bahkan kadang kadang disertai sebutan kanjeng, kependekan kang jumeneng,pangeran atau sebutan lain yang biasa dipakai oleh para raja atau penguasa pemerintahan di daerah Jawa.
K.H Bisri Musthafa
jumlah para tidak hanya sembilan, tetapi lebih dari itu. Agaknya sembilan orang wali itu adalah mereka yang memegang jabatan dalam pemerintahan sebagai pendamping atau sesepuh  kerajaan disamping peranan sebagai mubaligh  dan guru. Oleh karena itu mereka memegang jabatan pemerintahan, diberi gelar Sunan.
      Lebih lanjut dijelaskan oleh K.H Bisyri Musthafa bahwa ketika Sunan Ampel Wafat, para wali yang  berta'ziah sebanyak 16 orang. Mereka adalah:

  1. Raden Ibrahim ( Sunan Bonang ).
  2. Raden Paku ( Sunan Giri )
  3. Raden Syahid ( Sunan Kalijaga )
  4. Raden Abdul Qodir ( Sunan Gunung Jati )
  5. Raden Sa'id ( Sunan Muria )
  6. Amir Haji ( Sunan Kudus )
  7. Sayyid Muhsin ( Sunan Wilis Cirebon )
  8. Haji USman ( Sunan Manyaran Mandalika )
  9. Raden Fatah ( Sunan Bintara Demak )
  10. Usman Haji ( Sunan Ngudung )
  11. Raden Jakandar ( Sunan Bangkalan )
  12. Kholifah Husain ( Sunan Kertayasa Madura ) 
  13. Sayyid Ahmad ( Sunan Malaka )
  14. Pangeran Santri ( Sunan Ngadilangu )
  15. Raden Abdul Jalil ( Sunan Siti Jenar Jepara )
  16. Raden Qasim ( Sunan Drajat Sedayu )
Adapun sembilan orang yang dikelompokkan sebagai pemangku kekuasaan pemerintahan yaitu :
  1. Maulan Malik Ibrahim
  2. Sunan Ampel
  3. Sunan Bonang
  4. Sunan Drajat
  5. Sunan Giri
  6. Sunan Kudus
  7. Sunan Kalijaga
  8. Sunan Gunung Jati                        




Tatang Ibrahim SKI MTs IX                        

Jumat, 14 November 2014

Kerajaan Gowa dan Tallo

Kerajaan Gowa dan Tallo adalah dua Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan dan Saling berhubungan Baik. banyak orang kemudian mengenal keduanya sebagai Kerajaan Makassar. Makassar sebenarnya adalah ibu kota Gowa yang juga disebut sebagai Ujung Pandang.

Istana Kerajaan Gowa
  Karena letaknya yang strategis di perairan timur Indoensia, yaitu di daerah semenanjung barat daya Sulawesi. Kerajaan Makassar merupakan Kerajaan maritim yang terkenal .sebagai penghasil rempah-rempah . Kerajaan Makassar membentuk jalur perdaganagn laut Nusantara yang sangat terkena pada abad 16 hingga 17 M. Kerajaan Makassar juga memiliki hubungan diplomasi dengan baik dengan Kerajaan Ternate di Maluku.
    Sebelum abad ke 16 M , raja-raja Makassar belum memilih agama Islam . Baru setelah kedatangan Dato' Ri Bandang seorang penyiar islam dari Sumatra. Makassar berkembang menjadi Kerajaan islam.
    Sultan Alaudin adalah raja Makassar pertama yang memeluk agama Islam . Ia berkuasa dari tahun 1591 - 1638. Sebelumnya Sultan Alaudin bernama Asli Karaeng Ma'towaya Tumamenaga ri Agamanna
Pinisi
Lambo
 dibawah kepemimpinannnya , kerajaan Makassar berkembang menjadi kerajaan martitim. Para pelaut Makassar mengembangkan perahu-perahu jenis Pinisi dan Lambo.  Dengan majunya perdagngan ,kehidupan masyarakat Kerajaan Makassar menjadi sejahtera.
Setelah Sultan Alaudin wafat ,Kerajaan Makassar dipimpin oleh Muhammad Said ( 1639-1653).  Sayangnya catatan-catatan sejarah mengenai masa pemerintahan Muhammad Said kurang banyak ditemukan. Setelah Muhammad Said, Raja Makassar berikutnya adalah Sultan Hasanudin . Sultan Hasanudin berkuasa sejak 1653. Masa pemerintahan Sultan Hasanudin menjadi gemilang . Kerajaan Makassar selain  memajukan perdagangan juga mengadakan ekspansi wilayah.
Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Makassar berhasil menguasai Kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi Selatan, yaitu Luwu, Wajo,Soppeng dan Bone. Setelah keerberhasilannya tersebut ,Sultan Hasanuddin berniat menjadikan Kerajaan Makassar sebagai penguasa tunggal di jalur perdagangan Indoensia bagian timur. Untuk itu Hasanuddin harus menghadapi kekuatan armada VOC Belanda sebelum dapat mengauasai Maluku. Maluku yang kaya akan Lada masih dikuasai oleh Belanda. Pertempuran sering terjadi antara Kerajaan Makassar dan Belanda. Akibatnya Batavia terganggu. Keberanian meneyebab Hasanudin untuk menentang Belanda menyebabkan ia dijuluki sebagai  Ayam Jantan dari Timur. 
     Belanda Berusaha keras menghentikan serangan-serangan  Kerajaan Makassar, untuk itu Belanda bersekutu dengan Raja Bone, yaitu Aru ( Tuan ) Palaka. Aru palaka bersedia membantu Belanda dengan syarat Kerajaan Bone diberikan kemerdekaan. Pada Tahun 1667, Belanda dengan bantuan Kerajaan Bone berhasil menekan Makassar untuk menyetujui Perjanjian Bongaya , yang berisi : 1. VOC mendapat hak
Perjanjian Bongaya
monopoli perdagangan di Makassar,2. Belanda dapat mendirikan benteng Rotterdam di Makassar, 3.Makassar harus melepas daerah yang dikuasai nya seperti Soppeng serta mengakui Aru palaka sebagai Raja Bone.

     Setelah Sultan Hasanudin turun tahta pada tahun 1669, Mapasomba putranya berusaha meneruskan perjuangan melawan Bbelanda. Belanda sangat mengharapkan tindakan kooperatif dari Mapasomba, harus mempersiapkan armada perang. Pasukan Kerajaan Makassar akhirnya berhasil dipukul mundur oleh Belanda. Dengan demikian Makassar dan jalur perdagannya dikuasai Belanda.
      Seperti juga mayyoritas kerajaan Islam di Nusantara . Kerjaan Makassar adalah kerajaan Maritim, sebagai kerajaan dengan banyak kepulauan, para pelaut dikenal sangat tangguh. Mereka bahkan merajai jalur pelayaran Nusantara. Hal ini ditunjang keahlian masyarakat Makassar mendesain berbagai bentuk kapal yang kuat dan indah. Kapal-kapal seperti Pinisi,Lombo dan Pandewalang  dapat mengarungi perairan Indonesia bahkan kegiatan perdagangan di wilayah Kerajaannya. makassar memiliki hukum perdagangan yang disebut Ade Allopiloping Pabbahi'e.
      Letaknya yang berdekatan dengan pusat penghasil rempah yaitu Maluku, menyebabkan Kerajaan Makassar menjadi pelabuhan Penyalur dan gudang Penyimpanan. Kondisi inilah menyebabkan Makassar berhasil mengusir Belanda dari Maluku pada permulaan abad ke 17 M
Serupa dengan kerjaan Islam  lainyadi Indonesia, Kerjaan Makassar juga mengadopsi hukum dan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat. pemerintah Kerajaan Makassar juga aktif menjalin hubungan kerja sama antara kerjaan Islam , seperti Demak dan Malaka.
      Sebagai bangsa mariitim , masyarakat Makassar memiliki keahlian membuat sarana pelayan. Kapal-kapal Makassar tidak hanya dibuat untuk berdagangan tetapi juga untuk berperang dilaut. Kapal-kapal Makassar seperti Pinisi Masih digunakan sampai sekarang.





H, Darsono. T .Ibrahim "Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam 3"Untuk MTs
 
Copyright © 2014 Serba Serbi Shared By by Themes24x7.