BREAKING NEWS

Senin, 25 November 2013

Kerajaan Aceh Darussalam

      Munculnya Kerajaan Aceh Darussalam tidak lepas dari keberadaan Kerajaan Samudra Pasai . Sebagai pusat penyebaran agama Islam , berdirinya Kerajaan Samudra Pasai mengilhami berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1511 M. Kerajaan Aceh Darussalam berlokasi di Darah hulu Pulau Sumatra, atau ujung pantai Aceh yang disebut sebagai Aceh Besar.
   Sultan Ali Muhayat Syah, Setelah Ali Muhayat Syah wafat, tahta kerajaan Aceh Darussalam beralih pada putranya yang kemuudian bergelar Sultan Salahudin .Sayangnya keadaan pemerintahan kurang mendapat perhatian raja sehingga selama masa pemerintahannya Aceh Darussalam mengalami kemunduran drastis.
Istana Raja Darussalam
     Raja pertama Kerajaan Aceh Darussalam adalah
1.  Sultan Alaudin Ri'ayat Syah al Qahar ( 1537-1568 )
        Sultan Alauidin Ri'ayat Syah adalah saudara Sultan Salahudin. Ia merebut kekuasaan karena lemahnya    pemerintahan Sultan Kerajaan Aru. Usahanya untuk merebut Makasar dari portugis mengalami kegagalan.Salahuddin. Selama memerintah,Sultan Alaudin mengadakan perbaikan kondisi kerajaan dan perluasan wilayah, antara lain ke
Sultan Alaudin juga aktif menyebarkan pengaruh Islam dengan mengirim banyak ahli dakwah  ke Pulau Jawa . Salah satunya adalah Syarif  Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati . Ia adalah seorang ulama Aceh keturunan raja Samudra Pasai yang dikirim ke Gresik Jawa Timur.
Sunan Gunung Jati
Sayangnya , setelah Sultan Alaudin meninggal, Kerajaan Aceh Darussalam kembali mengalami kemunduran . Hal ini terjadi akibat pergolakan politik internal dan pembrontakan yang cukup lama.
2.  Sultan Iskandar Muda / Darma Wangsa Alam Syah ( 1607-1636)
 Selama masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda , Kerajaan Aceh Darussalam mengalami masa keemasan.Berhasil menyaingi monopoli perdagangan Portugis melalui jalur perdagangan alternatif. Wilayahnya sampai ke Semenanjung Malaya yang dikenal sebagai Malaysia.
Struktur pemerintahan Kerjaan Aceh Darussalam dibentuk oleh Sultan Iskadar Muda sendiri , yang terbagi menjadi dua wilayah. Pertama,kekuasaan oleh kaum bagsawan yang terbagi dalam daerah-daerah kehulubalang yang dikuasai oleh Uleebalang. Kedua, alim ulama. Namun setelah Sultan Iskandar  Muda wafat kerajaan Aceh Darussalam mulai mengalami kemunduran.
3.   Sultan Iskandar Muda
Menurut Iskandnar Muda yang bergelar Sultan Iskandar Sani, naik tahta pada tahun 1636 M. Pada masa itu, Sultan Iskandar Sani menerapkan kebijakan yang lunak sehingga menyebabkan daerah-daerah taklukan melepaskan diri satu persatu. Sultan Iskandar Sani wafat tahun 1641. Pemerintahan kerajaan dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda, Putri Sri Alam Permaisuri yang bergelar Sultanah Tajul ALam Safiudin Syah        ( 1641-1675 M). Sultanah adalah gelar untuk  ratu kerajaan Aceh Darussalam. Selama 59 tahun berikutnya kerajaan ini diperintah oleh para ratu. Terjadi perpecahan antar kelompok antara golongan ulama ( tengku ) dan golongan bangsawan ( teuku ) . Perpecahan ini dipacu oleh golongan bangsawan yang lebih dekat dengan kolonial Belanda.
   Pada masa pemerintahan Sulatn Islandar Muda,kaum wanita memiliki hak yang sama dalam berbagai hal termasuk pendidikan. Hal ini disempurnakan oleh pemerintah Sultanah Tajul Alam Safiudin Syah. Pada masa pemerintah Sulatan Sultan Iskandar Sani, terdapat dua orang sastrawan terkenal, yaitu Nurudin ar-Raniri dan Hamzah Fansuri. Kesusastraan Aceh Darussalam seperti Bustanussalatain dan Hikayat Putrou Gumbek Meuh.menunjukkan besarnya pengaruh agama Islam dalam sanjak khas Aceh Darussalam.

 
Copyright © 2014 Serba Serbi Shared By by Themes24x7.